Darurat Sampah, ARI Latih Warga Sleman Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomis
Sejak TPST Piyungan ditutup sepekan lalu, permasalahan sampah di DIY menjadi isu yang ramai diperbincangkan.
Sejak TPST Piyungan ditutup sepekan lalu, permasalahan sampah di DIY menjadi isu yang ramai diperbincangkan.
Program bank sampah sudah banyak bergulir di berbagai daerah. Program yang berjalan di Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah bisa menjadi teladan karena bisa mengubah sampah menjadi emas. Berikut laporan wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia Ratih Kartika.
Persoalan sampah di TPST Piyungan, Bantul, harus diselesaikan menggunakan teknologi. Meski tak mudah, mengolah sampah menjadi energi listrik bisa menjadi salah satu alternatif yang diusulkan.
Kondisi TPST Piyungan Bantul saat ini berangsur mulai pulih pasca penutupan kawasan tersebut. Meski demikian antrean pada Sabtu (30/3/2019) masih mencapai sekitar 800 meter. Di sisi lain kondisi angkutan yang tidak layak jalan seringkali membuat proses pembuangan menjadi semakin lama.
Pembangunan Sistem Pengelolan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro di Bantul ditunda. Penundaan proyek SPAM yang nantinya memasok air bersih New Yogyakarta International Airport (NYIA) itu sebagai buntut keputusan Pemda DIY yang memilih untuk membagi pengelolaan sampah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan melalui mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul mendata selama dua hari terakhir ada truk pengangkut sampah dari luar Gunungkidul yang berusaha membuang sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. Namun armada pengangkut sampah tersebut ditolak masuk karena tidak ada kerja sama terkait dengan pembuangan.
Problem pembuangan sampah dalam sepekan terakhir bisa memengaruhi citra pariwisata DIY.
Kasus persampahan kembali terjadi tahun ini. Kondisi tersebut tidak lepas dari kondisi TPST Piyungan yang sejak beberapa tahun lalu over load.
Carut marut penanganan sampah yang sejak beberapa tahun lalu terjadi di wilayah DIY menjadi keprihatinan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY. Mereka segera merekomendasikan kepada Pemda DIY sejumlah cara mengatasi masalah sampah.
Masalah sampah menumpuk di wilayah DIY menimbulkan beragam komentar dari berbagai kalangan. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota Komisi C DPRD DIY Hud Tri Yudiana mendesak Pemda DIY segera menuntaskan persoalan itu, salah satunya dengan menerapkan teknologi pemusnahan sampah.