Kebersihan Sungai di DIY Akan Dievaluasi
Sultan HB X menekankan masyarakat Jogja harus menjaga kebersihan sungai karena UNESCO mengevaluasi pengakuan Sumbu Filosofi setiap lima tahun.
Sultan HB X menekankan masyarakat Jogja harus menjaga kebersihan sungai karena UNESCO mengevaluasi pengakuan Sumbu Filosofi setiap lima tahun.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meluncurkan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) beberapa waktu lalu. Melalui program tersebut, Kemantren Pakualaman be
Program pengurangan sampah di Kota Jogja disebut menunjukkan hasil positif. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa beberapa depo sampah berhasil
Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melibatkan peran pemuda dalam upaya mengatasi krisis sampah. Generasi muda dinilai memiliki kreativitas dan inovasi.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengizinkan sampah Kota Jogja yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul hanya sampai akhir 2025.
DLHK DIY menyebut kuota sampah Kota Jogja di TPA Piyungan tersisa 2.400 ton hingga akhir 2025, sebelum mandiri kelola sampah.
“Melalui teknologi tepat guna dan pelatihan yang terstruktur, kami ingin meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam memproduksi eco enzyme berkualitas,"
Pemkot Jogja akan mengangkut sampah sisa makanan dari setiap rumah. Produksi sampah harian di Kota Jogja mencapai sekitar 300 ton per hari.
Pembudidayaan maggot di Kota Baru diharapkan mampu mengurangi sampah organik masyarakat yang dibuang ke depo sampah.
Pemkab Bantul merencanakan pembangunan fasilitas Waste to Energy (WTE) di lahan eks KBPU TPA Piyungan.