30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
-Program Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Produksi Eco Enzyme untuk Pengelolaan Sampah Organik resmi diluncurkan oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini masuk dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2025./ Ist
BANTUL-Program Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Produksi Eco Enzyme untuk Pengelolaan Sampah Organik resmi diluncurkan oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini masuk dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini menyasar Kelompok Pengelola Sampah Mukti Jaya di Padukuhan Kranggan, Kalurahan Murtigading, Kabupaten Bantul, dengan fokus utama pada penerapan mesin pengolah eco enzyme berbasis teknologi tepat guna yang diikuti dengan pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) proses produksi, pelatihan manajemen pencatatan produksi dan keuangan, serta pendampingan strategi pemasaran produk ramah lingkungan.
Ketua tim pengabdian, Ir. Rivan Muhfidin, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata ITNY dalam mendukung inovasi lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Bantul Wajibkan ASN Jadi Anggota Kopdes Merah Putih
“Melalui teknologi tepat guna dan pelatihan yang terstruktur, kami ingin meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam memproduksi eco enzyme berkualitas, sekaligus membangun sistem manajemen yang berkelanjutan,” jelas Rivan.
Pimpinan Kelompok Pengelola Sampah Mukti Jaya, Eni Fatimah, juga menyambut baik program ini.
“Selama ini kami memproduksi eco enzyme secara manual dengan hasil yang terbatas. Kehadiran mesin dan pelatihan dari ITNY membantu kami meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang untuk pengembangan yang lebih luas,” ujarnya.
ITNY berharap penerapan teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah organik dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia, mewujudkan lingkungan bersih sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.