Tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Bantul Resmi Beroperasi, Olah 38 Ton Sampah per Hari
Pemerintah Kabupaten Bantul hingga Oktober 2024 telah mengoperasikan tiga sarana pengolahan sampah (TPST) tingkat kabupaten
Pemerintah Kabupaten Bantul hingga Oktober 2024 telah mengoperasikan tiga sarana pengolahan sampah (TPST) tingkat kabupaten
Tumpukan sampah liar terus muncul dan hilang di Kota Jogja. Yang terbaru muncul sampah liar di pinggir jalan di Jembatan Juminahan, Suryatmajan, Danurejan.
Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul mengklaim telah menangani 279 kejadian kebakaran, hingga Senin (14/10/2024) pukul 07.00 WIB.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Bantul Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi menyiapkan sejumlah strategi dalam mengatasi persoalan sampah di
Pemkab Bantul berupaya menyelesaikan persoalan sampah dan selesai di tingkat kabupaten. Saat ini telah dibangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST).
Satpol PP Kota Jogja terus menggencarkan operasi yustisi pelanggaran pembuangan sampah liar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mencatat jumlah bank sampah aktif di Bantul terus berkembang dari 354 di tahun 2023 menajadi 534 unit hingga tahun 2024
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul resmi mengirimkan sebanyak 20 ton refused derived fuel (RDF) hasil olahan TPST Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul
Ditandai dengan prosesi pemecahan kendi, oleh Pjs. Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto didampingi Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), Asri Mukhta
DLH Kota Jogja mencatat setidaknya ada 12 ton hasil event WJNC. Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menjelaskan kebanyakan sampah plastik