Jokowi Arahkan Seluruh Sekolah di Zona Kuning Kembali Dibuka
Presiden Jokowi meminta sekolah mulai dibuka. Seluruh sekolah di daerah zona kuning Covid-19 bisa kembali memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.
Presiden Jokowi meminta sekolah mulai dibuka. Seluruh sekolah di daerah zona kuning Covid-19 bisa kembali memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.
Gugus Tugas maupun dinas pendidikan masing-masing memiliki peranan strategis untuk menentukan kebijakan pertemuan tatap muka di sekolah.
Belasan anak yang didominasi usia sekolah dasar melakukan kegiatan belajar online secara bersama dengan memanfaatkan wifi Layanan Internet Masyarakat (Limas) di sebuah gang sempit Kampung Bintaran Kidul RT08/RW03 Wirogunan, Mergangsan Kota Jogna Rabu (28/7/2020). Pemanfaatan wifi secara berjamaah itu dilakukan karena dinilai murah dan aksesnya cepat untuk menjalani belajar online selama pandemi corona.
Sejumlah kendala saat pembelajaran daring tak hanya dialami oleh siswa sekolah, melainkan juga tenaga kependidikan. Keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi membuat guru mengharapkan pelatihan pembelajaran daring diperbanyak.
Selain siswa, pembelajaran dengan sistem online juga dikeluhkan wali murid. Selain itu guru juga banyak menemukan kendala pembelajaran ini.
Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, para siswa di Kabupaten Kulonprogo, baik tingkat SD maupun SMA sederajat masih melaksanakan proses belajar di rumah dengan sistem online. Bagi siswa baru, sistem ini menyebabkan mereka tidak mengenal sepenuhnya lingkungan sekolah. Selain itu juga menyulitkan proses pembelajaran siswa yang tinggal di daerah yang belum terjangkau sinyal seluler, salah satunya Banu, siswa baru di SMA N 1 Wates, Kulonprogo.
Dinas Pendidikan Kota Jogja menyiapkan 1.700 wastafel untuk menyambut rencana pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Ribuan wastafel itu akan dipasang di jenjang pendidikan SD hingga SMP di Kota Jogja.
Sekolah di Kota Jogja tidak diperkenankan menjual seragam dan kemudian mewajibkan siswa untuk membeli seragam dan berbagai bahan ajar lainnya dari sekolah.
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bantul telah menerbitkan sebanyak 10 buku selama tiga bulan terakhir atau selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Buku-buku tersebut merupakan kumpulan tugas siswa kelas VII selama belajar dari rumah (BDR).
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul menyerahkan sepenuhnya kebijakan masa pengenalan sekolah siswa baru kepada masing-masing sekolah. Adapun hasilnya di hari pertama sekolah yang melaksanakan tatap muka, namun di sisi lain ada juga yang melaksanakan secara daring.