Bupati Sleman Minta Warga Terdampak Proyek Tol Jogja Bijak Gunakan Uang Ganti Rugi
Warga Sleman yang rumahnya terdampak pembangunan tol Jogja diminta bijak menggunakan uang ganti rugi lahan yang diberikan pemerintah.
Warga Sleman yang rumahnya terdampak pembangunan tol Jogja diminta bijak menggunakan uang ganti rugi lahan yang diberikan pemerintah.
Pemkab Sleman tahun ini menyiapkan dokumen izin penetapan lokasi (IPL) untuk jalan baru dari Sleman ke Gunungkidul. Jalan yang akan terkoneksi Tol Jogja-Solo tersebut akan menjadi alternatif bagi masyarakat menuju wilayah Gunungkidul di luar jalur utama Jogja-Wonosari.
Perda tanah kas desa diperlukan untuk pembebasan lahan terdampak proyek tol Jogja.
Rencana pembangunan tol Jogja kian dimatangkan. Pemerintah sudah memastikan titik-titik jalur tol yang melayang maupun at grade.
Tol Jogja-Solo yang melewati Sleman tidak akan sepenuhnya dibangun melayang (elevated). Tol dari Tamanmartani, Kalasan, hingga Bokoharjo, Prambanan, dibangun mendatar di tanah (at grade). Agar jalan penghubung antardusun tidak putus, akan dibangun sejenis terowongan (box culvert) di sejumlah titik.
Proyek tol Jogja membuat sejumlah warga terdampak cemas.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X memastikan perubahan desain tol Jogja-Solo yang sebelumnya diusulkan DIY ke Pemerintah Pusat di kawasan simpang empat Monjali belum diterima Pemda DIY.
Proses sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol kepada warga terdampak terus dilakukan. Hanya saja, sampai saat ini PDAM Sleman mengaku belum mendapatkan informasi terkait titik lokasi pembangunan jalan tol.
Tol Jogja-Solo akan melintasi kawasan fly Over Jombor di Sleman. Pemerintah menyebut, kemungkinan bakal ada pelebaran lahan di kawasan tersebut.
Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo memastikan keberadaan fly over Jombor tidak akan tergusur keberadaan tol yang akan melintas di kawasan tersebut. Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan belum menerima surat terkait dengan perubahan desain tol untuk kawasan Monjali.