Program Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Setelah Swasembada 2026
Bulog siap mengekspor beras dan jagung 2026 seiring tercapainya swasembada, sambil tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.
Bulog siap mengekspor beras dan jagung 2026 seiring tercapainya swasembada, sambil tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.
Bapanas perpanjang distribusi SPHP beras 2025 hingga 31 Januari 2026, stok aman dan harga tetap stabil untuk masyarakat.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim di 2025 ada surplus beras mencapai 116.191,9 ton. tapi, banyak petani memilih menyimpan dalam bentuk gabah.
DIY mencapai swasembada beras 2025, namun keberlanjutannya terancam akibat menyusutnya lahan baku sawah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bulog DIY memastikan harga beras di pasar tradisional tetap stabil dan berada di bawah HET menjelang Tahun Baru 2026.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp73.950 per kg dan telur ayam ras Rp33.450 per kg menurut data PIHPS Bank Indonesia.
NTP petani mencapai 124,36, tertinggi sepanjang sejarah. Produksi dan stok beras nasional meningkat, swasembada ditargetkan 2026.
Kementan menjelaskan bantuan beras Rp60 ribu untuk korban bencana Sumatera adalah harga pack 5 kg, bukan per kilogram, sehingga perhitungan tetap sesuai aturan.
Bulog menegaskan pengalihan beras untuk bencana di Sumatera tidak mengganggu stok Nataru. Cadangan nasional aman di angka 3,8 juta ton.
Indonesia tidak lagi melakukan impor beras medium pada 2025, dengan impor berfokus pada beras premium dan kebutuhan industri, menurut BPS.