106.000 Ton Beras Sisa Impor Turun Mutu, Bulog: Masih Bisa Diproses Kembali
Stok beras sisa impor 2018 mencapai 275.000 ton hingga awal semester kedua tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Umum (Perum) Bulog Awaluddin Iqbal.
Stok beras sisa impor 2018 mencapai 275.000 ton hingga awal semester kedua tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Umum (Perum) Bulog Awaluddin Iqbal.
Sebanyak 5.000 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram disiapkan oleh Pemkab Bantul untuk warga terdampak Covid-19. Bantuan yang bersumber dari APBD ini ditujukan untuk mereka yang tidak mendapatkan bantuan baik paket beras 5 kilogram dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI maupun PKH, BPNT dan BST.
Masa Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap warga yang bermatapencaharian sebagai petani. Hal ini dirasakan oleh sejumlah petani di DIY, dimana beras hasil panennya masih menumpuk di gudang milik petani.
Sedikitnya 95.371 Kepala Keluarga di Gunungkidul mendapatkan bantuan sosial beras. Rencananya penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Bulog dengan bantuan seberat 10 kilogram per keluarga.
Pengamat pertanian menjelaskan sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa Indonesia belum membutuhkan impor beras dalam waktu dekat.
Serapan Bulog dinilai belum maksimal kendati telah menambah stok menjadi 1,3 juta ton.
Pada 2016 Presiden Jokowi pernah menyatakan salah satu kunci untuk memenangkan kompetisi antarnegara adalah dengan memiliki data dan informasi yang strategis, akurat dan berkualitas.
Sampai dengan 26 Maret 2021, Perum Bulog sudah menyerap sebanyak lebih dari 180.000 ton setara beras produksi dalam negeri dari seluruh Indonesia.
Untuk mengurangi subsidi terhadap pupuk dan menghemat pemakaian gas, salah satu jalan adalah merangsang petani menggunakan sistim usaha tani terpadu atau melakukan kombinasi antara bertani dan beternak.
Alangkah bijaknya jika pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk membeli gabah petani dengan harga yang berkeadilan dan menyejahterakan, ketimbang digunakan untuk mengimpor beras yang saat ini belum dibutuhkan.