Pemerintah Impor Beras, Pakar: Tak Masuk Akal dan Sakiti Petani
Keputusan untuk mengimpor beras pada akhir tahun ini sebagai upaya memenuhi stok cadangan beras pemerintah dinilai berdampak psikologis terhadap petani.
Keputusan untuk mengimpor beras pada akhir tahun ini sebagai upaya memenuhi stok cadangan beras pemerintah dinilai berdampak psikologis terhadap petani.
Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) melaporkan sebanyak 60.000 ton beras impor dari target 200.000 ton telah masuk ke Indonesia.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan stok beras yang harus dimiliki Perum Bulog pada 2022 idealnya sebanyak 1,2 juta ton.
Masyarakat pun diminta memaklumi kenaikan harga beras lantaran ongkos produksi sedang melonjak drastis akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk.
Pemerintah menggelontorkan dana Rp4,4 triliun untuk impor beras 500.000 ton dari sejumlah negara.
Bulog memastikan beras impor sebanyak 200.000 ton akan masuk pada bulan ini dan akan digunakan untuk intervensi harga di pasar.
Menteri Perdagangan telah memberikan izin impor beras 500.000 ton untuk memenuhi stok cadangan Bulog. Keputusan ini dinilai berpotensi maladministrasi
Perum Bulog menyampaikan beras impor sebanyak 200.000 ton akan masuk ke Indonesia pada Desember 2022.
Pemerintah akan mendatangkan 200.000 ton beras impor untuk mengamankan stok cadangan beras di Indonesia.
Perum Bulog mengklaim telah mengamankan sekitar 1,1 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP).