Bulog Tangkap Tangan Mafia Beras Penyebab Kenaikan Harga
Kepala Bulog Budi Waseso merilis temuan pengoplosan beras di gudang pedagang beras Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).
Kepala Bulog Budi Waseso merilis temuan pengoplosan beras di gudang pedagang beras Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).
Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Bulog DIY melakukan operasi pasar beras di sejumlah kalurahan di Bantul.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menyebut CBP yang disimpan di gudang Tarumartani cukup untuk stok kebutuhan pokok warga sampai 2 bulan ke depan
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menuding keterlibatan mafia sebagai penyebab mahalnya harga beras.
Sedikitnya lima ton beras lokal dibeli pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
Bulog menyebut sebanyak 15.000 ton beras impor akan datang dari Vietnam pada minggu depan sebagai bagian dari tahap kedua impor 300.000 ton beras.
Bulog bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyalurkan 72.650 kilogram (kg) beras melalui Toko Tani Indonesia/Pasar Mitra Tani.
Harga beras hingga pekan kedua bulan ini masih terbilang tinggi. Hal ini lantaran ketersediaan beras di pasaran masih terbatas.
Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Kanwil Yogyakarta pastikan stok beras DIY dua bulan ke depan masih aman.
Survei stok beras nasional dilakukan untuk menguatkan tata kelola pangan untuk menghitung prognosa neraca pangan tahun depan.