Airlangga Hartarto: Indonesia Bakal Ekspor 200.000 Ton Beras
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bakal mengekspor beras setelah beberapa tahun terakhir tidak lagi impor beras.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bakal mengekspor beras setelah beberapa tahun terakhir tidak lagi impor beras.
Pemkot Jogja mencadangkan sebanyak 15 ton beras dengan total anggaran sebesar Rp169 juta untuk mengantisipasi kerawanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Keberadaan kutu di beras memang membuat kita tidak nyaman. Apalagi, beras adalah bahan makanan pokok.
Importasiberasmemang diizinkan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 01/2018 tentang Ketentuan Ekspor danImporBeras.
Kebutuhan penyaluran beras untuk sejumlah program yang ditetapkan pemerintah dalam 3 tahun terakhir berkisar di angka 800.000-850.000 ton. Volume ini jauh lebih rendah dari ketentuan stok sebesar 1 juta ton sampai 1,5 juta ton.
Pasukan Amal Sholeh (Paskes) Jogja menginisiasi program Gerakan Infak Beras (GIB) dengan sasaran pondok pesantren, panti asuhan, dan rumah tahfiz untuk membantu sejumlah institusi pendidikan keagamaan maupun panti asuhan untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Stok beras sisa impor 2018 mencapai 275.000 ton hingga awal semester kedua tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Umum (Perum) Bulog Awaluddin Iqbal.
Sebanyak 5.000 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram disiapkan oleh Pemkab Bantul untuk warga terdampak Covid-19. Bantuan yang bersumber dari APBD ini ditujukan untuk mereka yang tidak mendapatkan bantuan baik paket beras 5 kilogram dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI maupun PKH, BPNT dan BST.
Masa Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap warga yang bermatapencaharian sebagai petani. Hal ini dirasakan oleh sejumlah petani di DIY, dimana beras hasil panennya masih menumpuk di gudang milik petani.
Sedikitnya 95.371 Kepala Keluarga di Gunungkidul mendapatkan bantuan sosial beras. Rencananya penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Bulog dengan bantuan seberat 10 kilogram per keluarga.