8 Terduga Teroris Ditangkap di Jateng Selama 3 Hari
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan sebanyak delapan terduga teroris ditangkap di wilayah Jawa Tengah dalam tiga hari terakhir.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan sebanyak delapan terduga teroris ditangkap di wilayah Jawa Tengah dalam tiga hari terakhir.
Rencana amaliyah yang akan dilakukan oleh kelompok teroris di wilayah DIY jelang pelantikan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober mendatang, dinilai dingin oleh masyarakat. Masyarakat siap membantu kepolisian untuk melakukan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang selama ini ingin merongrong NKRI.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dari 36 terduga teroris yang ditangkap selama sepekan terakhir, hampir 90% berbaiat kepada ISIS secara online.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, sudah sebanyak 36 orang terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam rentang waktu 10-16 Oktober 2019.
Kustati, 38, kakak kandung Jaelani, 36, dan Abdul Karim, 31, mengaku tidak percaya jika kedua adiknya terlibat jaringan teroris yang ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror di wilayah Kabupaten Sukorejo, Jawa Tengah.
Sebanyak lima orang terduga teroris ditangkap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.
Detasemen Khusus (Densus) 88 membekuk terduga teroris R yang ternyata bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) serta sempat menjadi pengurus DKM mesjid setempat.
Penangkapan terduga teroris kembali dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Kali ini, mereka menangkap pasangan suami isteri inisial RK dan APH terkait perkara dugaan tindak pidana terorisme.
Pascapenusukan Menko Polhukam Wiranto Kamis (10/10/2019) pekan lalu, Densus 88 antiteror setidaknya sudah menangkap 26 orang terduga teroris dalam beberapa hari terakhir seusai.
Terpidana kasus terorisme Bom Bali, Ali Imron menduga istri TNI terpapar radikalisme karena tidak percaya dengan kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto.