Rupiah Diprediksi Menguat
Rupiahdiprediksi menguat pada perdagangan pekan depan, seiring dengan optimisme ekonomi dalam negeri akan tumbuh lebih baik dan prospek derasnya arus modal yang akan masuk ke Indonesia.
Rupiahdiprediksi menguat pada perdagangan pekan depan, seiring dengan optimisme ekonomi dalam negeri akan tumbuh lebih baik dan prospek derasnya arus modal yang akan masuk ke Indonesia.
Pergerakan rupiah pada perdagangan pekan ini diperkirakan cenderung tertekan, baik dari sentimen dalam negeri maupun luar negeri.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah makin perkasa terhadap dolar AS pasca digelarnya Pemilu 2019.
Kondisi rupiah seminggu sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 masih terbilang aman. Hal tersebut dicatatkan oleh Bank Indonesia bahwa pergerakan rupiah akan tetap stabil dan terkendali.
Berdasarkan data Bank Indonesia Kalimantan Selatan saat ini uang lusuh paling banyak beredar di pasar tradisional sehingga perlu sosialisasi kepada masyarakat untuk memperlakukan uang rupiah dengan baik.
JAKARTA Nilai tukar rupiah mendekati posisi target kurs yang ditetapkan pemerintah Rp14.400 dalam asumsi Rancangan Anggaran dan Belanja Negara 2019. Apresiasi kali ini terdorong sentimen global seperti isu kenaikan suku bunga The Fed dan KTT Brexit.
Bank Indonesia sejak 14 Agustus 1997 memutuskan menganut sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate). Sebelumnya Indonesia pernah menganut sistem nilai tukar tetap (1970-1978) dan sistem nilai tukar mengambang terkendali (1978-1997).
Harga smartphone atau ponsel tidak terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat petang, kurs rupiah berada di Rp15.221,00 per dolar AS.
Gara-gara rupiah melemah, capres Prabowo Subianto curiga ada elite yang berkhianat.
International Monetary Fund (IMF) menilai pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merupakan sesuatu yang tidak perlu dibesar-besarkan, mengingat rekan dagang Indonesia tidak hanya AS.