Rupiah Terus Terpuruk, Pemerintah Salahkan Argentina
Pemerintah menyebut, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini karena faktor krisis ekonomi di Argentina.
Pemerintah menyebut, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini karena faktor krisis ekonomi di Argentina.
Ekonom membeberkan penyebab rupiah saat ini mencapai level terendah selama dua dekade.
Anjloknya nilai tukar rupiah terhadpa dolar diprediksi bakal berdmapak luas.
Global Head of Currency Startegy & Market Research Forex Time (FXTM) Jameel Ahmad mengatakan ada sentimen bervariasi terhadap dolar AS pada awal pekan perdagangan ini, sementara rupiah mengalami penguatan.
Rupiah semakin melemah menembus hingga Rp14.608 per USD.
Nilai mata uang rupiah terus terpuruk dan sempat menembus Rp14.500 per USD. Nilai rupiah diprediksi tak akan kembali ke level Rp13.500 pe USD.
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menyebut dampak positif dari depresiasi mata uang rupiah terhadap ekspor tidak signifikan dan yang akan menikmatinya juga hanya pengekspor bahan mentah.
Anggota DPR lintas partai mengapresiasi kebijakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam menstabilkan nilai rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan nilai tukar rupiah masih akan terus bergoyang. Sebab, kondisi masih fluktuatif. Artinya nominal Rp14.000 belum merupakan indikasi ekuilibrium baru.
Rupiah terus melemah menembus hingga Rp14.200 per dolar AS. Namun Pemerintah Pusat mengklaim masih wajar.