355 Telaga di Gunungkidul Mengering
Bencana kekeringan sebagai dampak musim kemarau di Gunungkidul terus meluas. Dari 460 telaga yang ada di Bumi Handayani, sekitar 355 telaga kini mengering.
Bencana kekeringan sebagai dampak musim kemarau di Gunungkidul terus meluas. Dari 460 telaga yang ada di Bumi Handayani, sekitar 355 telaga kini mengering.
Untuk menghadapi kekeringan di sejumlah wilayah di Kulonprogo, Pemkab Kulonprogo menyiapkan 200 tangki yang siap disalurkan apabila masyarakat kekurangan air saat musim kemarau.
Bantuan air bersih dari pihak swasta mulai berdatangan ke lokasi kekeringan di Kulonprogo. Salah satunya dari PT SRD melalui pengurus Baladika dan Koramil 05/Kalibawang. Sebanyak 30 tangki air bersih diberikan kepada warga di Dusun Tanjung, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Minggu (14/7/2019).
Keberadaan sumber air di Luweng Pulejajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, hingga saat ini belum termanfaatkan dengan optimal. Guna memanfaatkan potensi sumber di sungai bawah tanah ini, masyarakat bersama dengan anggota TNI dan sukarelawan menambah pipa untuk mengangkat air.
Pengurasan Sungai Serang dengan menutup Bendung Pekik Jamal membuat sebagian wilayah pertanian warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menanggulangi kekurangan air bagi petani dengan pompa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendata warga terdampak kekeringan terus meluas. Total hingga saat ini ada 127.977 jiwa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita mengatakan 45 desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur berpotensi dilanda kekeringan.
Bencana kekeringan yang melanda Gunungkidul tengah memasuki bulan ketiga. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, memasuki Juni 2019 tercatat sebanyak 14 kecamatan mengalami kekeringan dan berpotensi krisis air bersih, atau sebanyak 105.234 jiwa yang terdampak.
Warga di Dusun Gedang dan Dusun Kikis, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman mulai kesulitan air bersih. Debit air di sumur-sumur mulai berkurang memasuki musim kemarau tahun ini.
Musim kemarau 2019 ini menyebabkan sejumlah titik mengalami krisis air bersih, seperti di Gunungkidul dan Bantul. Droping air bersih sampai saat ini masih bisa ditangani Pemerintah Kabupaten.