Miris, 7,2 Juta Anak di Indonesia Mengonsumsi Rokok
Populasi anak-anak Indonesia sekitar 79,5 juta orang. Sayangnya, dari total tersebut ada sekitar 7,2 juta (9,1%) anak-anak yang mengonsumsi rokok.
Populasi anak-anak Indonesia sekitar 79,5 juta orang. Sayangnya, dari total tersebut ada sekitar 7,2 juta (9,1%) anak-anak yang mengonsumsi rokok.
Masa pandemi Covid-19 yang menyerang dunia saat ini menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk berhenti merokok. Hal itu dikarenakan, risiko komplikasi penyakit lebih tinggi bagi perokok.
Rokok elektrik disebut hanya akan menjadi racun dalam tubuh.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) meminta agar dilibatkan dalam pembahasan standardisasi produk rokok elektrik.
Para pengiat perlindungan anak meminta Kemenkeu mencabut Peraturan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 37/2017 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau karena aturan ini dinilai mempermudah peredaran rokok murah.
Konsumsi rokok oleh anak-anak dan remaja terus meningkat dan sangat berbahaya bagi generasi muda, khususnya untuk menyambut Indonesia emas, atau usia 100 tahun Indonesia.
Menurut Yuliati Umrah, Direktur Eksekutif Arek Lintang di Surabaya saat ini anak-anak masih dapat mengakses rokok secara bebas dan terbuka, dinana seharusnya seperti halnya obat dan alkohol, konsumsi rokok semestinya dikendalikan agar tidak menyasar anak - anak
Keberadaan rokok elektronik (elektrik) sepertinya sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Warna dan rasa yang beragam membuat rokok elektronik ini banyak diminati.
Para produsen dan konsumen rokok elektronik (vape) berharap ada ruang dialog bagi mereka yang terkait dengan pengharaman penggunaan vape. Padahal sekitar 2 juta pengguna vape di Indonesia meyakini vape sebagai solusi untuk mengurangi penggunaan rokok.
Fatwa haram yang untuk rokok elektrik atau vapor, yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, belum pengaruhi penjualan produk tersebut di DIY.