Bupati Bantul Kunjungi Warga Miskin
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengunjungi warga miskin di Dusun Miri Wetan, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Selasa (7/12/2021) lalu. Warga yang dikunjungi tersebut adalah Siti Fatimah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengunjungi warga miskin di Dusun Miri Wetan, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Selasa (7/12/2021) lalu. Warga yang dikunjungi tersebut adalah Siti Fatimah.
Angka kemiskinan di wilayah Kulonprogo terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Diharapkan, tahun 2021 angka kemiskinan di wilayah bumi binangun mampu turun.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta semua kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di DIY pada umumnya dan Bantul pada khususnya untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Bumi Projotamansari seperti kemiskinan, ketimpangan, dan juga pengangguran.
Sejumlah daerah produktif dengan beragam sumber daya alam didorong untuk dapat membantu mengentaskan kemiskinan DIY melalui program pemberdayaan masyarakat. Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Problematika Kemiskinan di DIY antara Data, Fakta dan Usaha Pemda, dalam rangka menyusun Pokok-pokok Pikiran DPRD DIY, Rabu (24/11/2021).
Pemkab menjajaki kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di DIY untuk menanggulangi kemiskinan di wilayah Sleman. Salah satunya dengan mengembangkan sistem terpadu dalam menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di wilayahnya. Satgas ini akan dipimpin oleh Sekda Jateng yang baru saja dilantik, Sumarno.
Agus Dartono, 61, pensiunan polisi yang viral karena menjadi manusia silver di Kota Semarang mengaku kesulitan ekonomi sehinggamengemis di jalanan.
Seorang pensiunan polisi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Aipda (purn) Agus Dartono (61), terpaksa menjadi "manusia silver", yakni tak ubahnya sebagai pengemis, hanya saja tubuhnya diberi warna silver atau perak untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tidur di kolong meja warung karena tak punya uang untuk bayar kontrakan akhirnya mendapatkan bantuan Rp 32 juta.
Beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial seorang nenek Bernama Saliyah yang tinggal di rumah tidak layak hunu.