KPU Temukan Ribuan Calon Pemilih Pilkada Gunungkidul Bermasalah
KPU Gunungkidul menemukan 10.433 calon pemilih pilkada yang bermasalah.
KPU Gunungkidul menemukan 10.433 calon pemilih pilkada yang bermasalah.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menetapkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota untuk berlaga di Pilkada Solo 2020. Jauh hari sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo telah mengusulkan pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul Suharsono dan Totok Sudarto dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri Suharsono di Joglo Arista, Jalan Pramuka, Bantul, Kamis (23/7/2020).
Tahapam pemilihan ini dilaksanakan KPU berdasarkan Peraturan KPU No.6/2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.
Sebagian besar pemilih di Pilkada 2020 mengaku akan mencoblos pasangan calon kepala daerah yang menerapkan new normal untuk perekonomian daerah saat pemungutan suara saat pilkada pada 9 Desember 2020.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani memastikan tidak ada petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang reaktif Corona. Hasil ini diketahui setelah 1.907 petugas melakukan rapid test massal sebelum pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.
Wakil Ketua Bidang Keorganisasian DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Danang Ardiyanta mundur dari jabatannya sejak Senin (20/7/2020). Keputusan itu diambil menyusul rekomendasi DPP PDIP yang tak memilih salah satu kader untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah.
Achmad Purnomo yang juga Wakil Wali Kota Solo akhirnya bersedia masuk tim pemenangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020. Hal itu jika Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo menawarinya.
Calon Bupati Sleman dari PDIP Kustini Sri Purnomo terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen termasuk ke masyarakat. Ia juga aktif turun ke bawah, menjaga hubungan baik dan menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. "Ini bagian dari strategi kami. Kami coba selalu hadir untuk masyarakat," kata Ketua Tim Penggerak PKK Sleman ini, Senin (20/7/2020).
Langkah Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen untuk maju dalam pertarungan pilkada menjadi semakin berat. Pasalya, hasil dari verifikasi dinyatakan berkas yang dimiliki belum memenuhi syarat kaerna ada kekurangan dukungan hampir separuh dari minimal dukungan sebanyak 45.443 pendukung.