Pilkada 2020: Golkar Gunungkidul Lirik Cawabup Baru
DPD Golkar Gunungkidul sempat melirik Martanti Soenar Dewi sebagai bakal calon wakil bupati dalam pilkada tahun ini. Meski demikian, niatan tersebut menghilang sehingga mulai melirik kandidat baru.
DPD Golkar Gunungkidul sempat melirik Martanti Soenar Dewi sebagai bakal calon wakil bupati dalam pilkada tahun ini. Meski demikian, niatan tersebut menghilang sehingga mulai melirik kandidat baru.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengharapkan agar target partisipasi pemilih bisa mencapai angka di atas 50%.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ingin kaum milenial berpengaruh (influencer) memanas-manasi calon kepala daerah soal isu penanganan COVID-19 di daerah selama tahapan pemilihan kepala daerah serentak 2020 berlangsung.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul melaksanakan verifikasi faktual (verfak) berkas bakal pasangan calon (bapaslon) independen pada Jumat (3/7/2020). Namun ada yang aneh dari proses tersebut.
Tiga pengurus Dewan Pimpinan Cabang PAN di Bantul dipecat. Pemecatan dilatarbelakangi dukungan ketiganya kepada salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul Suharsono-Totok Sudarto (Noto).
Dukungan terhadap Rektor UNY Sutrisna Wibawa untuk maju sebagai calon bupati di Pilkada Gunungkidul semakin kuat. Rekomendasi dari PKS dan Demokat untuk mengusung pasangan Sutrisna Wibawa dengan Mahmud Ardi Widanto sudah turun.
Salah seorang kandidat calon bupati (Cabup) Sleman dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mumtaz Rais dikabarkan mengundurkan diri dari bursa Cabup pada Pilkada 2020. Hingga kini, baik DPD maupun DPW PAN belum mengetahui secara resmi pengunduran putra politikus senior Amien Rais tersebut.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra memberikan rekomendasi kepada Suharsono sebagai bakal calon Bupati Bantul pada pilkada serentak 9 Desember mendatang.
Putra Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Rakam, akan menerima rekomendasi bakal calon wali kota (cawali) yang diusung PDIP dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2020.
Anggaran untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 akan ditambah senilai Rp5,1 triliun untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara pemilu dan pemegang hak suara. Penambahan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri.