Pilkada di DIY Terancam Sepi Pemilih
Partispasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di DIY diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan Pemilu 2019 pada April lalu.
Partispasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di DIY diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan Pemilu 2019 pada April lalu.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota 2020, tahapannya telah dimulai sejak tanggal 30 September 2019 lalu. Sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU No.15/2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020. Hari pemungutan suara atau coblosannya akan dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020.
Partai Gerindra kemungkinan akan mengusung anak dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilakada 2020. Purta sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Jokowi, Bobby Nasution, resmi mendaftarkan diri pada Pilkada 2020. Gibran mendaftar untuk Wali Kota Solo, sementara Bobby Wali Kota Medan.
Calon kepala daerah yang akan memimpin tiga kabupaten di DIY setelah pilkada 2020, harus responsif terhadap gempuran proyek strategis nasional. Pemimpin daerah itu juga harus mampu membuat masyarakat lebih siap dalam menghadapi dampak infrastruktur yang dibangun.
Kabupaten Gunungkidul, Sleman dan Bantul akan menggelar Pilkada Serentak 2020. Calon yang ingin maju harus mempersiapkan ongkos politik untuk membiayai seluruh kegiatan selama gelaran pilkada berlangsung. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harian Jogja, David Kurniawan.
Sebanyak 95 kandidat mendaftar bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk Pilkada 2020 yang dibuka DPD Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) sejak Jumat (6/12/2020) dan resmi berakhir, Kamis (12/12/2020).
Jelang Pilkada Bantul 2020 mendatang, sejumlah bakal calon mulai gencar melakukan kegiatan untuk meraih simpati masyarakat, baik secara perseorangan maupun lewat partai politik.
Situasi politik jelang Pilkada Sleman 2020 yang dinilai masih dinamis dimanfaatkan oleh partai-partai politik nonparlemen yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan untuk terus membangun komunikasi dengan kekuatan politik yang ada di Sleman.
Analis politik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono memandang perlu pendidikan politik bagi rakyat supaya mereka tidak memilih eks narapidana koruptor pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020.
Bawaslu Gunungkidul mengumumkan peserta seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang lolos administrasi. Total dari 179 pendafar, ada dua orang dinyatakan tidak lolos.