Ribuan Buruh Akan Demo Tolak Omnibus Law dan UMP 2021
Ribuan buruh dari 32 konfederasi dan federasibakal kembali menggelar demo penolakan Omnibus Law dan penetapan upah minimum 2021 pada Senin (2/11/2020) besok.
Ribuan buruh dari 32 konfederasi dan federasibakal kembali menggelar demo penolakan Omnibus Law dan penetapan upah minimum 2021 pada Senin (2/11/2020) besok.
Ketujuh wajah pelaku yang diduga sengaja membakar halte saat demo UU Cipta Kerja diidentifikasi melalui machine learning berbasis tensorflow oleh Narasi TV.
Platform TV Digital Narasi TV menjadi trending topic di media social setelah hasil investigasinya berhasil mengungkap dan mempublikasikan wajah serta kronologi pelaku pembakaran Halte Sarinah Jakarta saat demonstrasi menolak omnibus law pada 8 Oktober 2020 lalu.
Pihak kepolisian Polda Metro Jaya menyelidiki dan memburu aktor intelektual yang diduga menggerakkan pelajar untuk menyusup dan membuat kericuhan saat unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada beberapa waktu lalu.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung pihak-pihak yang mencoba memancing air keruh di gelombang protes RUU Cipta Kerja (Ciptaker).
Aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis bakal disikapi dengan keras oleh Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR). Mereka menyatakan siap untuk pasang badan jika memang aksi unjuk rasa yang digelar di Jogja kembali berujung ricuh.
Sebanyak 171 anak-anak diamankan polisi dari demonstrasi di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2020) kemarin. Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra.
Ada yang berbeda dari aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Bundaran UGM hari ini, Selasa (20/10/2020). Jika pada demonstrasi sebelumnya diikuti mahasiswa maupun buruh, kali ini aksi unjuk rasa ini diikuti oleh seorang 'dukun'.
Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) kembali melakukan aksi Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah pusat dan daerah pada Selasa (20/10/2020) di Bundaran UGM, Depok, Sleman. Mereka melontarkan orasi dan menggelar aksi teatrikal sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada pemerintah.
Mahasiswa dan pelajar Jogja yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) kembali turun ke jalan untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di bundaran UGM, Selasa (20/10/2020). Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berpesan agar tidak ada aksi kekerasan lagi.