Polri Ibaratkan Gas Air Mata Kadaluarsa seperti Kerupuk Melempem
Kabar tentang peluru gas air mata kadaluarsa beredar di tengah demonstrasi mahasiswa di Jakarta dan sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Kabar tentang peluru gas air mata kadaluarsa beredar di tengah demonstrasi mahasiswa di Jakarta dan sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Aksi unjuk rasa dilakukan mahasiswa di berbagai daerah dalam empat hari terakhir. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut pemerintah mengapresiasi aspirasi mahasiswa Indonesia yang disampaikan melalui berbagai unjuk rasa di berbagai daerah terkait berbagai isu terkini.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan pemerintah akan memberikan sanksi kepada rektor yang mengerahkan mahasiswa untuk berdemonstrasi atau tidak mampu mencegah mahasiswa turun ke jalan.
Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2019) kemarin menimbulkan korban jiwa. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut satu orang meninggal dunia pasca demonstrasi pelajar SMA, SMK, dan STM yang berujung dengan kerusuhan tersebut. Tito menyebut satu orang tersebut bukan pelajar, malainkan perusuh.
Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara meninggal dunia, diduga akibat tertembak peluru aparat kepolisian saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Korban tewas bernama Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.
Dua kelompok massa dengan agenda berbeda menggelar aksi demo bersamaan di depan Gedung DPRD Kota Solo, Kamis (26/9/2019).
Sebanyak 570 orang pelajar yang terlibat demonstrasi di sekitar DPR RI telah dipulangkan. Mereka dijemput orang tuanya untuk mendapat pembinaan.
Aksi unjuk rasa berlangsung di gedung DPR dan sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan ada upaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dengan menciptakan situasi yang rusuh.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di Gedung DPRD Sumatra Utara diduga disusupi. Polisi telah meringkus atu anggota teroris jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) berinisial RSL saat berada di tengah mahasiswa yang berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumatra Utara pada Selasa (24/9/2019) lalu.
Efek dari peluru gas air mata (tear gun) ternyata tidak bisa hilang dalam sekejap.