PBB Kecam Serangan Israel ke Gaza di Tengah Gencatan Senjata
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan warga sipil di Gaza yang dilakukan melalui serangan udara Israel di tengah gencatan senjata baru-baru ini.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan warga sipil di Gaza yang dilakukan melalui serangan udara Israel di tengah gencatan senjata baru-baru ini.
Pasukan Israel mengaku ditembak di Rafah, Jalur Gaza. Namun tudingan tersebut dibantah oleh kelompok Hamas dan menuding Israel telah melanggar perjanjian.
TNI Angkatan Darat memastikan siap menerjunkan personelnya untuk bertugas di kawasan Gaza sebagai pasukan perdamaian.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Tim Palang Merah dan tim Mesir diperbolehkan melintasi “garis kuning” di Jalur Gaza untuk membantu pencarian jenazah sandera.
Sebanyak 213 pasien dan pendampingnya dievakuasi dari Jalur Gaza melalui Perlintasan Kerem Shalom di tenggara wilayah itu pada Minggu untuk menjalani perawatan
Pembangunan kembali sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, membutuhkan sedikitnya 7 miliar dolar AS (sekitar Rp116,3 triliun).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengatakan Badan PBB Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) tidak akan dilibatkan
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan telah menerima 30 jenazah warga Palestina yang diserahkan Israel di bawah kesepakatan gencatan senjata, dengan sejumlah
Gerakan Palestina Hamas meyakini bahwa Israel harus menanggung biaya rekonstruksi Jalur Gaza, kata anggota biro politik Hamas, Mousa Abu Marzouk.