Temuan Kasus Demam Berdarah Cenderung Meningkat
Kasus demam berdarah di Kulonprogo sampai Februari 2019 cenderung meningkatkan bila dibandingkan data pada Februari 2018.
Kasus demam berdarah di Kulonprogo sampai Februari 2019 cenderung meningkatkan bila dibandingkan data pada Februari 2018.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat, hingga 14 Februari 2019 sudah ada 122 kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Sleman. Dari jumlah tersebut, tidak ada yang meninggal dunia.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggalang komitmen gerakan serentak (Gertak) pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 2019. Instansi pemerintah termasuk di antaranya TNI, Polri dan juga masyarakat digandeng untuk bersama-sama menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang kerap menjadi momok warga Kulonprogo.
Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih terus mengancam warga Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) Kabupaten Sleman kembali mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Keceme, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, dan Dusun Jumeneng, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati pada Jumat (8/2/2019).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mencatat, di Januari 2019 sudah ada 19 kasus demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut dianggap normal terjadi di awal tahun.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau Anies menggratiskan perawatan pasien DBD di RSUD Jakarta. Sehingga semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta khusus kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) perawatannya gratis.
Sebanyak 876 orang terjangkit demam berdarah di Jakarta awal 2019 ini. Jumah itu merupakan data diupdate terakhir sampai, Minggu (3/2/2019).
Sebanyak 88 kasus demam berdarah dengue (DBD) dilaporkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, selama Januari 2019. Dari angka tersebut, satu penderita asal Kecamatan Gending dilaporkan meninggal dunia.
Selama Januari hingga Februari tahun ini, tercatat sudah ada 53 orang di Bantul yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyebarannya pun kini lebih merata, tak hanya di wilayah endemis.