Pancaroba, Orang Tua Harus Waspada Penularan DBD pada Anak
Para orang tua diimbau mewaspadai penularan penyakit-penyakit yang terjadi akibat infeksi virus, utamanya demam berdarah dengue (DBD), pada anak-anak selama masa pancaroba.
Para orang tua diimbau mewaspadai penularan penyakit-penyakit yang terjadi akibat infeksi virus, utamanya demam berdarah dengue (DBD), pada anak-anak selama masa pancaroba.
Sejumlah penyakit berpotensi bermunculan jelang musim hujan seperti sekarang.
Selama 2019, kasus demam berdarah dengue (DBD_ di Sleman melonjak drastis. Kasus DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Depok.
Sejak Mei 2019, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Gunungkidul terus menurun. Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat pada Maret warga yang terjangkit DBD sebanyak 70 orang, sedangkan pada September hanya 10 orang.
Bupati Sleman Sri Purnomo, menerbitkan Instruksi Nomor 440/1824 tentang Gerakan Pemberantasan Demam Berdarah (DBD) Dengue di wilayah Kabupaten Sleman. Instruksi tersebut ditujukan untuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah hingga Kepala Desa se-Kabupaten Sleman.
Dinas Kesehatan Bantul tetap melakukan fogging atau pengasapan untuk memberantas nyamuk pembawa virus demam berdarah dangue (DBD) meski cara tersebut sebaiknya dihindari dan mengedepankan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.
Dinas Kesehatan Bantul meminta masyarakat untuk terus menggiatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Pasalnya kasus demam berdarah dengue (DBD) terus bertambah, sampai akhir Juli selama tahun ini total penderita DBD di Bantul mencapai 980 orang dan tiga penderita di antaranya meninggal dunia.
Jumlah demam berdarah dengue (DBD) di Sleman melonjak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat hingga bulan ini terdapat 551 kasus, satu penderita meninggal dunia.
Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gunung Kidul meningkat memasuki musim kemarau 2019 ini.
Penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) oleh World Mosquito Program (WMP) Jogja berpotensi untuk mengendalikan kasus DBD. Hal tersebut diketahui dari hasil midterm studi implementasi teknologi Aedes aegypti berwolbachia untuk pengendalian DBD di Jogja.