OPINI: Harga Minyak & BUMN Migas
Kebijakan niaga BBM oleh pemerintah menjadi penyebab kondisi keuangan Pertamina tampak tidak sebagaimana perusahaan migas pada umumnya.
Kebijakan niaga BBM oleh pemerintah menjadi penyebab kondisi keuangan Pertamina tampak tidak sebagaimana perusahaan migas pada umumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (26/3/2021) hingga pukul 11.39 WIB, harga minyak jenis WTI untuk kontrak Mei 2021 di bursa Nymex bergerak naik 1,04 persen ke posisi US$59,17 per barel.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku perusahaan induk, berhasil menutup 2020 yang penuh tantangan berat ini dengan kinerja produksi yang melebihi target dan berbagai catatan keberhasilan.
Cadangan minyak mentah Venezuela pada akhir 1999 hanya 76,8 miliar barel. Pada akhir 2019, naik menjadi 303,8 miliar barel.
Harga minyak mentah di bursa New York dan London turun setelah Libya mengumumkan peningkatan produksi hingga lebih dari 1 juta barel.
Harga minyak dunia kembali ke level dibawah US$40 per barel seiring dengan lonjakan kasus positif virus corona di sejumlah wilayah memunculkan kekhawatiran terhadap laju pemulihan ekonomi dunia.
Pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2020), harga minyak WTI kontrak Agustus 2020 naik 91 sen menjadi US$41,20 per barel, sedangkan minyak Brent kontrak September meningkat 89 sen menuju US$43,79 per barel.
Pasokan minyak pada penyulingan di AS, termasuk diesel, naik menjadi 4,27 juta barel pada minggu lalu. Sementara itu, cadangan minyak pada pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma turun menjadi 2,29 juta barel.
Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) turun dalam pekan terakhir. Namun kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari pandemi virus corona dan margin penyulingan yang lemah.
Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, berjanji akan memasok produksi dengan rekor jumlah mencapai 12,3 juta barel per hari bulan depan. Langkah ini adalah upaya produksi besar-besaran untuk membanjiri pasar.