Terkait Serangan Aramco, Trump Siap Membalas
Pernyataan Trump tersebut memicu kekhawatiran akan terjadi gejolak di kawasan Teluk.
Pernyataan Trump tersebut memicu kekhawatiran akan terjadi gejolak di kawasan Teluk.
Tren peningkatan harga minyak akibat penyerangan dua kilang minyak di Arab Saudi harus diwaspadai oleh pemerintah Indonesia. Sebab, sebagian suplai minyak Indonesia bersumber dari Arab Saudi.
Harga minyak mentah naik gila-gilaan pada perdagangan pagi ini, Senin (16/9/2019), menyusul serangan terhadap pabrik minyak Arab Saudi pada akhir pekan kemarin yang memukul pasokan minyak global.
Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia mengecam serangan pesawat nirawak kelompok gerilyawan Houti terhadap fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi.
Kini, hanya Amerika Serikat satu-satunya produsen minyak yang mampu memenuhi permintaan global melalui kapasitas produksinya sendiri atau dengan melunakkan sejumlah sanksi terhadap produsen minyak utama lainnya.
Pabrik milik perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, terbakar setelah diserang drone, Sabtu (14/9/2019).
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan pekan lalu, tetapi harga emas hitam ini masih rentan lemah, karena prospek permintaan masih buram.
Harga minyak dunia naik sekitar 3% pekan lalu di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi impor kepada China.
Konsultan energi asal Amerika Serikat Rapidan Energy Group memperkirakan harga minyakakan melonjak US$15 hingga US$20 per barel jika Iran memblokir Selat Hormuz. Namun, harga akan turun segera setelah pasukan AS terlibat di dalamnya.
Dua kapal tanker minyak diserang pada Kamis dan terapung-apung di Teluk Oman, mendorong harga-harga minyak dan menimbulkan ketakutan akan terjadi konfrontasi baru antara Iran dan Amerika Serikat, yang menyalahkan Teheran atas insiden tersebut.