Harga Beberapa Bahan Pokok di Gunungkidul Turun Drastis
Pada pekan pertama September ini cenderung tidak ada kenaikan kebutuhan pokok.
Pada pekan pertama September ini cenderung tidak ada kenaikan kebutuhan pokok.
Lonjakan harga kebutuhan pokok dan komoditas pertanian lainnya terus terjadi setiap tahun secara periodik. Pemerintah dituntut mempunyai strategi terencana untuk mengatasi permasalahan rutin ini. Apalagi prediksi musim kemarau panjang yang terjadi tahun ini mulai menimbulkan keresahan di tingkat pedagang.
Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian DIY menjamin stok produk hortikultura terutama cabai, bawang merah, dan juga tomat aman hingga akhir tahun. Sehingga diharapkan tak akan terjadi lonjakan harga komoditas hortikultura di pasaran.
Kenaikan harga ayam potong beberapa waktu lalu lantaran stok ayam yang semakin menipis di wilayah Gunungkidul.
Harga komoditas bahan pangan di pasaran cenderung stabil. Adapun harga daging ayam ras masih tinggi dengan harga jual Rp38.000-Rp40.000 per kilogram.
Presiden Joko Widodo memanggil empat menteri untuk membahas cadangan dan harga beras di tengah musim kemarau ini. Keempat menteri itu adalah
Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan peluncuran operasi pasar daging ayam beku yang dijual seharga Rp31.000 per kilogram di Toko Tani Indonesia Centre, Pasar Minggu, Sabtu (28/7/2018).
Kenaikan harga komoditas daging ayam yang meroket cukup tajam, mulai dikeluhkan pedagang dan konsumen. Kendati harga komoditas ini mulai turun bertahap, momentum ini menjadi saat yang tepat untuk menggalakkan diversifikasi pangan.
Hingga hari ini harga ayam potong di Gunungkidul masih sekitar Rp42.000 per kilogram (kg), sedikit turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp50.000 per kg. Namun penurunan itu masih jauh dari harga normal yang berada di kisaran Rp35.000 per kg.
Melonjaknya harga daging ayam potong yang terjadi selama beberapa hari terakhir sangat merugikan masyarakat. Untuk menstabilkan harga, pemerintah perlu segera menggelar operasi pasar daging ayam murah.