Lima Fakta Penting Stunting dan Tantangan Penanganannya
SSGI 2024 mencatat 19,8% bayi mengalami stunting. Berikut lima fakta penting dan upaya kolaboratif untuk mencegah stunting.
SSGI 2024 mencatat 19,8% bayi mengalami stunting. Berikut lima fakta penting dan upaya kolaboratif untuk mencegah stunting.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatat angka prevalensi stunting 2025 turun menjadi 4,29% dari tahun 2024 sebesar 4,41%.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 9,13%, Pemkot tetap memperkuat intervensi kesehatan dan lingkungan hingga 2026.
Pemkab Bantul perkuat TPPS dan percepat program Quick Wins untuk menekan angka stunting. Penguatan koordinasi lintas sektor jadi fokus utama
Kemenkes apresiasi Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik Regional I dalam intervensi penurunan stunting di Rakornas Stunting 2025.
Pemkab Gunungkidul berhasil menurunkan angka stunting jadi 16,2% lewat program gizi, PMT, dan Gerakan Genting.
Akademisi Mesir dan Turkiye berbagi pengalaman terkait penanganan stunting dan anemia dalam Indonesia-Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025
Sarihusada, terus berperan aktif dalam berbagai upaya pencegahan stunting, khususnya1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Angka prevalensi stunting di Kota Jogja mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, prevalensi stunting kini berada
Pemkab Gunungkidul berkomitmen terus menurunkan angka prevelensi stunting. Berkat sejumlah program yang dijalankan jumlah stunting diklaim menurun tiap tahun.