Dana Desa Turun, Kalurahan di Bantul Didorong Tetap Atasi Stunting
Meski dana desa 2026 turun, Pemkab Bantul minta kalurahan tetap anggarkan penanganan stunting dengan target turun ke 13,25 persen pada 2029.
Meski dana desa 2026 turun, Pemkab Bantul minta kalurahan tetap anggarkan penanganan stunting dengan target turun ke 13,25 persen pada 2029.
Prevalensi stunting di Bantul naik dari 7,01 persen pada 2024 menjadi 9,05 persen di 2025 akibat turunnya cakupan penimbangan balita.
Pemkot Jogja menaikkan anggaran stunting kelurahan menjadi Rp126 juta pada 2026 untuk memperkuat intervensi gizi dan menekan angka stunting.
Dana stunting di Kota Jogja 2026 naik menjadi Rp120 juta per kelurahan melalui BKK Dana Keistimewaan untuk memperkuat penurunan stunting.
SSGI 2024 mencatat 19,8% bayi mengalami stunting. Berikut lima fakta penting dan upaya kolaboratif untuk mencegah stunting.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatat angka prevalensi stunting 2025 turun menjadi 4,29% dari tahun 2024 sebesar 4,41%.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 9,13%, Pemkot tetap memperkuat intervensi kesehatan dan lingkungan hingga 2026.
Pemkab Bantul perkuat TPPS dan percepat program Quick Wins untuk menekan angka stunting. Penguatan koordinasi lintas sektor jadi fokus utama
Kemenkes apresiasi Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik Regional I dalam intervensi penurunan stunting di Rakornas Stunting 2025.
Pemkab Gunungkidul berhasil menurunkan angka stunting jadi 16,2% lewat program gizi, PMT, dan Gerakan Genting.