Dalam 2 Hari, 500 Kendaraan Pemudik yang Melewati Sleman Terpaksa Putar Balik
Aparat telah menghentikan sekitar 500 kendaraan yang ingin mudik melintasi wilayah DIY selama dua hari berlakunya larangan mudik Lebaran tahun ini.
Aparat telah menghentikan sekitar 500 kendaraan yang ingin mudik melintasi wilayah DIY selama dua hari berlakunya larangan mudik Lebaran tahun ini.
Penyekatan kendaraan pemudik di jalur-jalur utama cukup membuahkan hasil. Ratusan kendaraan yang terindikasi pemudik berhasil dihalau masuk wilayah Sleman. Meskipun begitu, beberapa jalur alternatif masih saja bisa ditembus mobil-mobil plat luar daerah.
Jumlah pemudik yang pulang ke Gunungkidul terus bertambah jelang Lebaran tahun ini. Meski demikian, warga yang kembali dari perantauan diklaim mengalami penurunan ketimbang pemudik di Lebaran 2020.
Pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021 guna mengendalikan penyebaran virus Corona.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto mengklaim terdapat penurunan lalu lintas kendaraan di jalur tol selama pemberlakuan larangan mudik jelang Lebaran 2021. Arief menjelaskan, data tersebut diperoleh saat dirinya melakukan pengecekan di sejumlah wilayah di Indonesia.
SIKM dapat diajukan pemohon selama 24 jam setiap harinya melalui aplikasi JakEVO.
Beredar tangkapan layar berisi ajakan unjuk rasa dan membuat kemacetan di jalan tol untuk menolak larangan mudik pada Lebaran tahun ini.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengurai kemacetan di lokasi penyekatan larangan mudik.
Satgas Penanganan Covid-19 berharap larangan mudik baik lintas daerah maupun dalam satu daerah (aglomerasi) tidak akan menghilangkan esensi mudik yaitu silaturahmi. Menurut Satgas, kebijakan ini telah dibuat dengan mempertimbangkan aspek sosial kemasyarakatan.
Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachmanmenegaskan keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik Lebaran pada tahun ini adalah demi kebaikan masyarakat.