Duit di M-Banking Tiba-tiba Raib, Apa yang Harus Dilakukan?
Jika kita menjadi korban dan tiba-tiba saldo di m-banking berkurang tanpa diketahui, apa yang harus dilakukan?
Jika kita menjadi korban dan tiba-tiba saldo di m-banking berkurang tanpa diketahui, apa yang harus dilakukan?
Meningkatnya digitalisasi di banyak sektor telah mendorong kebutuhan transaksi keuangan secara digital terus meningkat. Banyaknya alat pembayaran digital, untuk mendukung transaksi bisnis di banyak perusahaan mulai level startup hingga decacorn membuat masyarakat Indonesia makin familiar dengan sistem keuangan digital.
Aturan baru ini memberi waktu perbankan untuk mengelola debitur terdampai pandemi Covid-19.
Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75% di pengujung tahun 2020 ini dan perbankan diharapkan menurunkan bunga kredit untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY membangun panggung hiburan di Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG), Desa Timbulharjo, Kecamatan Gabusan, Bantul melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan panggung hiburan senilai Rp400 juta lebih tersebut secara resmi diserahkan kepada Pemkab Bantul untuk dikelola.
Belakangan ini, publik disajikan dengan pemberitaan kasus raibnya dana dana Winda Lunardi senilai Rp22 miliar di PT Maybank Indonesia Tbk. Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi nasabah perbankan untuk berhati-hati menjaga simpanannya, terutama memiliki nilai yang besar.
Industri jasa keuangan menjadi sasaran utama kejahatan cyber. Apalagi, para fraudster juga semakin canggih dalam melakukan kejahatan cyber melalui berbagai metode, baik digital maupun model lainnya.
Salah satu nasabah Maybank Solo melaporkan uang dalam rekeningnya senilai Rp72 juta hilang.
Dia meminta kepolisian, secara khusus kepada Kapolri Idham Azis agar mengawasi penyidikan kasus itu sehingga semua penerima dana dapat diproses secara hukum. Kepada Jokowi, Hotman mengingatkan agar pemerintah melindungi penanaman modal asing yang cukup besar di Indonesia, seperti halnya Maybank.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Wimboh Santoso mengatakan banyakbank perkreditan rakyat (BPR)tutup karena isu fraud.