Bank BPD DIY Identifikasi Nasabah
Bank BPD DIY mengidentifikasi nasabah yang terdampak Covid-19.
Bank BPD DIY mengidentifikasi nasabah yang terdampak Covid-19.
Pelaku industri perbankan tengah meningkatkan alat likuid guna menghadapi peningkatan restrukturisasi yang diperkirakan masih akan tinggi pada semester pertama tahun ini.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah adanya delapan bank yang berpotensi gagal. LPS justru melihat kondisi perbankan saat ini masih bagus.
Industri perbankan optimistis dapat mendorong kinerja setelah virus Corona berakhir. Selama dua bulan pertama 2020, laba yang diterima belum cukup menggembirakan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan sebanyak 47.663 nasabah di Jawa Tengah (Jateng) terkena dampak dari pandemi virus corona.
Industri perbankan akan lebih selektif menyalurkan kredit pemilikan rumah pada tahun ini alih-alih menunda. Upaya ini untuk menekan risiko kredit macet.
Proses pengajuan restrukturisasi sebagai dampak Corona dapat diakses secara langsung kepada lembaga jasa keuangan pemberi kredit.
Peningkatan dana pihak ketiga perbankan awal tahun lebih disebabkan oleh kecenderungan masyartakat dan pelaku usaha lebih rajin menabung. Perbankan mengaku tidak memberikan suku bunga dana spesial untuk lebih melonggarkan likuiditasnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengimbau perbankan mulai mengidentifikasi nasabah yang terdampak Covid-19.
Skema work from home (WFH) belum menghambat layanan perbankan. Nasabah justru mulai memanfaatkan transaksi elekronik yang selama sepekan ini.