Keamanan Sertifikat Tanah Elektronik Dipertanyakan, ATR/BPN Buka Suara
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan sertifikat tanah elektronik dijamin keamanannya.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan sertifikat tanah elektronik dijamin keamanannya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil menegaskan BPN tidak akan menarik sertifikat fisik atau sertifikat dalam bentuk kertas meski sudah ada digitalisasi sertifikat.
Sertifikat tanah elektronik atau digital lebih aman dibandingkan dengan sertifikasi manual atau fisik. Sertifikat elektronik sangat aman karena itu berada dalam database karena tak mudah hilang, tidak mudah digandakan, dan tidak akan rusak.
Kalangan pengembang memproyeksikan pembangunan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 200.000 unit sepanjang tahun ini.
Apernas Jaya mengemukakan bahwa keputusan pemerintah tidak menaikkan harga rumah MBR mengusik pengembang dan itu bisa menahan pembangunan hunian tersebut.
Pandemi Covid-19 tak menyurutkan masyarakat membeli rumah.
Pandemi bukan faktor penekan minat masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal. Masyarakat memang cenderung memilih tinggal di rumah tapak di antaranya dengan pertimbangan hak milik.
Pendaftaran tanah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional dapat dilakukan secara elektronik, baik itu pendaftaran tanah pertama kali maupun pemeliharaan data
Bill Gates berharap bisa bekerjasama dengan Presiden AS Joe Biden untuk menghadapi dua isu besar yang dihadapi AS yaitu Covid-19 dan perubahan iklim.
Pemerintah telah memutuskan bahwa pada tahun ini tidak akan terdapat kenaikan harga rumah bersubsidi. Kalangan pengembang pun meresponsnya dengan kecemasan hal itu akan menekan arus kas merekan.