Kesetaraan Gender Jadi Kunci ‘Aisyiyah Berkemajuan

Media Digital
Media Digital Sabtu, 24 Oktober 2020 12:17 WIB
Kesetaraan Gender Jadi Kunci ‘Aisyiyah Berkemajuan

Nur Azizah, dosen Hubungan International Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di organisasi 'Aisyiyah Cabang Wirobrajan,pada Rabu, 17 Juni 2020 pukul 15.00 WIB di Gedung Dakwah PCM Wirobrajan./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Nur Azizah, dosen Hubungan International Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di organisasi ‘Aisyiyah Cabang Wirobrajan, pada Rabu, 17 Juni 2020 pukul 15.00 WIB di Gedung Dakwah PCM Wirobrajan.

Lewat Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah), Nur Azizah membuat kegiatan bertema Kesetaraan Gender sebagai Kunci ‘Aisyiyah Berkemajuan yang diikuti 40 peserta.

Nur Azizah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada ‘Aisyiyah yang telah menyambut tim pengabdian masyarakat HI UMY dengan penuh antusiasme. Menurut dia, program pemberdayaan perempuan di organisasi ‘Aisyiyah sangat perlu dilakukan dan ditingkatkan.

“Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membantu ibu-ibu organisasi ‘Aisyiyah untuk membuat perekonomian mandiri dengan membuka kedai BUEKA atau Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah untuk menjual sembako seperti beras,gula, minyak goreng dan sebagainya,” ujar dia melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

“Sembako itu pasti dibutuhkan, namun sekarang harus kreatif untuk menjual sembako, karena semua orang menjual sembako, tetapi ada yang laris dan ada yang tidak. Kita bisa memanfaatkan network untuk terus menghidupkan kedai itu, harus ada daya saing yang bagus, jangan sampai kita membeli karena hanya keterpaksaan, kalau meempunyai daya saing bisa dikelola secara profesional,” kata dia.

Nur Azizah berharap program dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini bisa berkelanjutan. Dia juga mengharapkan organisasi ‘Aisyiyah bisa berpikiran maju.

“Tidak hanya mengikuti apa yang sudah ada, misalnya sebagai perempuan bukan hanya perempuan mengurus urusan rumah tangga saja tetapi juga harus berdaya, dan berani untuk berpartisipasi di berbagai bidang termasuk bidang ekonomi, ketika perempuan tidak mempunyai kemampuan ekonomi maka akan sulit untuk berpartisipasi dibidang lain, termasuk di masyarakat dan politik,” ucap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online