UMY Beri Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di Kampung Ngadinegaran

Media Digital
Media Digital Sabtu, 31 Oktober 2020 01:17 WIB
UMY Beri Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di Kampung Ngadinegaran

Sosialisasi keselamatan berlalu lintas oleh UMY melalui video edukasi./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Anita Rahmawati, dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada warga Ngadinegaran Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY ini diikuti 57 warga Kampung Ngadinegaran.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman, kesadaranm dan pengetahuan akan pentingnya berlalu lintas dengan memperhatikan hal yang paling utama yaitu keselamatan sehingga akan menurunkan angka kecelakaan,” kata Anita melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Sebelum kegiatan berlangsung, asesmen dilakukan dengan mewawancarai ketua RW dan pengurus PKK untuk mengetahui kondisi yang ada di lingkungan Kampung Ngadinegran. Dari asesmen, Tim UMY mengetahui  di lingkungan tersebut belum ada fasilitas edukasi keselamatan lalulitas, rambu-rambu lalu lintas yang ada pun sudah tidak layak lagi kondisinya, padahal di kampung tersebut ada sekolah dan juga laboratorium yang banyak diakses.

“Sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat Kampung Ngadinegaran tentang pentingnya edukasi keselamatan lalu lintas,” ujar Anita.

Sosialisasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah memberikan edukasi ke pengurus RW dan pengurus PKK secara personal karena terkendalanya sosialisasi secara massal seperti rencana awal. Setelah itu dilanjutkan tahap kedua yaitu sosialisasi secara personal dengan menggunakan video edukasi dengan cara pendampingan dan melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner.

“Masyarakat sangat antusias dalam menerima sosialisasi tentang keselamatan berlalulintas sehingga kesadaran tentang pentingnya berkendaraan secara aman jadi meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil kuesioner yang menyebutkan bahwa masyarakat akan mengubah pola berkendaraan secara aman, seperti akan selalu menggunakan helm, sabuk pengaman dan lain-lain. Selain itu, perlu sosialisasi rutin supaya masyarakat yang belum paham dan belum mau mengubah kebiasaan buruk berkendaraan bisa berubah. Masyarakat menginginkan adanya sosialisasi yang berkelanjutan supaya kesadaran berlalu lintas dengan mengutamakan keselamatan bisa meningkat,” ucap Anita.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online