Dosen Bahasa Inggris UMY Kenalkan Metode TPR Storytelling kepada Siswa SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran

Media Digital
Media Digital Minggu, 01 November 2020 09:07 WIB
Dosen Bahasa Inggris UMY Kenalkan Metode TPR Storytelling kepada Siswa SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Indah Puspawati, dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkenalkan metode TPR storytelling untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris kepada siswa SD.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Indah memperkenalkan metode TPR storytelling kepada 23 siswa SD Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran, pada 3 dan 10 Maret 2020, serta pada September 2020

“Tujuan kami adalah menciptakan suasana belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan memfasilitasi pembelajaran kosakata untuk siswa SD,” kata Indah melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Program ini ditujukan siswa-siswi kelas III. Pengajaran secara tatap muka dilaksanakan dua kali pertemuan. Dosen dan mahasiswa fasilitator masuk ke kelas untuk mengajar menggunakan metode TPR storytelling. Tahapan mengajar TPR storytelling ini dimulai dari mengenalkan kosakata dahasa Inggris di dalam cerita yang diajarkan menggunakan gerakan dan gambar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan cerita sambil siswa memperagakan gerakan ketika kosakata disebutkan dalam cerita sehingga siswa secara aktif mengikuti pembelajaran.

Penggunaan gerakan untuk pembelajaran bahasa juga dimaksudkan untuk mengaktifkan proses otak kanan yang penting untuk proses pembelajaran bahasa. Tahap yang dilaksanakan adalah tahapan pengembangan video pembelajaran menggunakan TPR storytelling. Hal ini dilakukan karena pengajaran tatap muka tidak mungkin lagi dilakukan karena kondisi pandemi. Video pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk bisa digunakan dalam pembelajaran daring.

“Peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias karena menurut peserta kegiatan ini merupakan hal yang baru yang mereka lakukan di kelas. Selain itu, peserta juga bisa memahami kosakata bahasa Inggris yang diajarkan menggunakan metode ini,” ujar Indah.

Menurut dia, penggunaan metode TPR storytelling untuk mengenalkan kosakata bahasa Inggris untuk siswa-siswi SD bisa membuat pembelajaran lebih menarik, karena mendengarkan cerita merupakan salah satu kegiatan yang disukai oleh siswa-siswi tersebut.

“Selain itu metode ini mengharuskan siswa untuk aktif mengikuti gerakan untuk belajar kosakata Bahasa Inggris, aktivitas ini juga bisa membantu siswa mengingat kosakata lebih cepat. Oleh karena itu, metode ini terbukti bisa mempercepat siswa-siswa SD untuk mengingat kosakata bahasa Inggris,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online