UMY Gelar Pelatihan & Pendampingan Penggunaan Alat Terapi Infrared di PRA Prenggan

Media Digital
Media Digital Minggu, 01 November 2020 11:42 WIB
UMY Gelar Pelatihan & Pendampingan Penggunaan Alat Terapi Infrared di PRA Prenggan

Pelatihan dan pendampingan penggunaan alat terapi infrared di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede, Jogja./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Erika Loniza, dosen Program Studi Teknologi Elektro-Medis Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menggelar pelatihan dan pendampingan penggunaan alat terapi infrared di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede, Jogja.

Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) ini diikuti 31 ibu-ibu majelis PRA Prenggan Kotagede beserta lansia pada 27 Juli 2020 dan 1 Agustus 2020.

“Kami memberikan pemahaman tentang rasa nyeri dan terapinya secara gratis, pelatihan cara mengoperasikan alat terapi unfrared untuk kader PRA Prenggan, cek tekanan darah secara gratis, serta pelatihan gerakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan peregangan,” kata Erika melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Secara detail, metode dan mekanisme pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi analisis lapangan, yaitu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada Posyandu Lansia Ranting Aisyiyah Prenggan Kotagede; kerja sama dengan mitra sebelum pengabdian ini di posyandu Ranting PRA Prenggan berupa penandatangan surat kesedian menjadi mitra pelaksanaan pengabdian masyarakat; penyuluhan penggunaaan peralatan terapi sehingga kader dapat mengoperasi peralatan terpai secara baik dan sesuai aturan pakai; pelatihan dengan penerapan teknologi penggunaan infrared; pelatihan teknik dasar penggunaan alat infrared kepada kader sekaligus penangan langsung fisioterapi pada lansia secara gratis sehingga ketika kader memberikan penangan kepada lansia tidak mengalami kesulitan; dan terakhir adalah pendampingan selama tiga bulan berturut-turut, sehingga apa yang telah diberikan dan disampaikan oleh fisioterapi dapat berjalan dengan baik.

“Pimpinan Ranting Aisyiyah sangat menyambut baik kegiatan ini, mereka berharap pengabdian tahun depan diadakan di PRA Prenggan lagi. Sementara, kami menyimpulkan bahwa pemahaman partisipan tentang nyeri dan terapi nyeri meningkat, partisipan dapat mengoperasikan alat terapi infrared, dan cek tekanan darah telah dilakukan pada PRA Prenggan. Target pengabdian tercapai sesuai harapan yang telah ditetapkan di awal,” ujar Erika.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online