Indonesia Borong Tiga Gelar di AQUA SEA Badminton Final 2026
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di Kelompok Tani Lestari Maju, pada 12 September 2020./Istimewa
Harianjogja.com, BOYOLALI—Tri Wahyono, dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), merancang instalasi perpipaan untuk pengairan di area persawahan Dusun Sidorejo, Ngleses, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY ini diikuti 60 petani anggota Kelompok Tani Lestari Maju, pada 12 September 2020
“Tujuan kami adalah menyediakan sistem pengairan di area persawahan warga Dusun Sidorejo, Desa Ngleses,” kata Tri Wahyono melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PKM, Tri Wahyono. kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari anggota kelompok Tani Lestari Maju dan Sekretaris Desa Ngleses, Budi Wahono. Kegiatan inti diawali dengan proses observasi ke wilayah area pertanian warga dan kelompok tani dan survei ke sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan. Setelah ditemukan strategi dan peralatan yang dibutuhkan, Tim Pengabdian Prodi Teknik Mesin UMY memperkirakan kebutuhan yang diperlukan untuk memasang instalasi perpipaan di area pertanian warga. Dilanjutkan dengan pengadaan alat dan bahan. Pemasangan instalasi perpipaan dilaksanakan secara bergotong royong oleh warga Dusun Sidorejo dan Kelompok Tani Lestari Maju yang dibantu oleh salah satu warga yang memiliki keahlian dalam instalasi perpipaan. Pipa yang terpasang sepanjang 1050 meter dan mampu mengairi lahan pertanian sebanyak 60 lahan milik petani seluas 10 hektare.
“Setelah proses instalasi perpipaan untuk pengairan selesai, masyarakat merasa sangat terbantu dalam pengolahan lahan dan perawatan tanaman secara berkala dengan siklus yang teratur. Dengan adanya saluran air melalui pipa yang didukung oleh program pengabdian masyarakat UMY, petani merasa terbantu dalam pembiayaan proses pertanian. Sebelum ada aliran air tersebut, biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk mengairi area pertanian sekitar 25.000/jam, untuk area pertanian yang jauh bisa mencapai 50.000/jam (karena harus menggunakan 2 mesin) dengan kapasitas mesin 5.5 Pk dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 10-14 jam. Setelah adanya pipanisasi, biaya yang dikeluarkan sebesar 25.000/ jam tapi dengan kapasitas mesin diesel lebih besar yaitu 6.5 Pk sehingga waktu yang dibutuhkan lebih cepat hanya sekitar 6-8 jam untuk lahan pertanian seluas ¼ hektare,” ujar Tri Wahyono.
Sebelumnya, saat musim kemarau dalam sehari bisa mengairi 2-3 lahan petani (tergantung luas lahan dan kondisi kekeringan tanah). Setelah instalasi perpipaan tersebut terpasang, dalam satu pekan bisa membantu mengairi lahan pertanian milik petani mencapai 14-20 lahan. Diharapkan, setelah adanya pipanisasi, hasil panen bisa meningkat. Hasil panen di lahan yang kebutuhan airnya terpenuhi biasanya mencapai 6-8 ton perhektar (bergantung juga pada bibit dan pemupukan). Secara umum, petani sangat diuntungkan setelah adanya pipanisasi aliran perairan di area persawahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.