Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) di Betakan, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Azizia Freda Savana, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan produk unggulan Aisyiyah Cabang Moyudan melalui kuliner Jepang.
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) ini berlangsung di Betakan, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, 11-12 Juli 2020 dan diikuti 12 Majelis Ekonomi Aisyiyah Cabang Moyudan.
“Tujuan kami adalah membekali majelis ekonomi PCA Moyudan bagaimana memasak makanan Jepang, yaitu okonomiyaki, dan pengemasan yang ramah lingkungan sebagai ciri khas produk makanan di Aisyiyah Cabang Moyudan,” laya Azizia melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
Kegiatan ini terdiri dari observasi dan pelaksanaan. Observasi dilakukan dengan mengadakan Focus Group Discussion dan pelaksaan dilakukan dengan dua kali kegiatan. Kegiatan hari pertama, sosialisaai tentang kuliner makanan Jepang yaitu okonomiyaki, dilanjutkan dengan pemberian materi dan praktek memasak okonomiyaki rasa original dengan bahan premix. Kegiatan pada hari kedua, pemberian materi dan praktek memasak okonomiyaki rasa varian yang berbahan dasar tepung lokal, dilanjutkan dengan pendampingan pengemasan yang ramah lingkungan.
“Kami merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Semoga kedepannya produk ini bisa menjadi produk unggulan Aisyiyah Cabang Moyudan dan bisa dipasarkan sehingga menjadi pendapatan bagi cabang. Kegiatan ini terpending karena pandemi, oleh karena itu kami mengurangi anggota yang mengikuti pelatihan dan tetap menerapkan protokol sesuai aturan,” kata Ketua Aisyiyah Cabang Moyudan.
Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan okonomiyaki pada majelis ekonomi PCA Moyudan DIY ini menawarkab beberapa solusi.
Aisyiyah Cabang Moyudan mempunyai pandangan baru tentang produk makanan yang akan dikembangkan menjadi produk unggulan Aisyiyah Cabang Moyudan.
Kegiatan ini juga memotivasi anggota kelompok untuk merintis usaha individu sebagai alternatif dalam meningkatkan perekonomian dengan menggunakan resep berbahan dasar produk lokal.
Aisyiyah Cabang Moyudan saat ini memiliki merek dagang okonomiyaki yaitu “Okonomiyaki Moyu” yang dapat dimajukan bersama-sama oleh majelis ekonomi PCA Moyudan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.