KKN UMY di Dusun Rejosari Srumbung Kenalkan Pengolahan Susu Kambing Etawa

Media Digital
Media Digital Senin, 09 November 2020 00:57 WIB
KKN UMY di Dusun Rejosari Srumbung Kenalkan Pengolahan Susu Kambing Etawa

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Rejosari, Desa Mrangen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang./Istimewa

Harianjogja.com, MAGELANG—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Rejosari, Desa Mrangen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mengembangkan pengolahan susu kambing etawa untuk menopang desa wisata.

KKN yang dibimbing Mohamad Muhajir, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini melibatkan 15 peternak kambing etawa.

“Tujuan penyuluhan peternakan kambing etawa ini adalah memberikan wawasan pengembangan peternakan kambing etawa melalui penyuluhan dan memberikan contoh model pengelolaan untuk dikerjakan para peternak kambing etawa, meningkatkan kualitas peternakan kambing etawa dengan cara memberikan variasi pengelolaan susu kambing etawa untuk menjadi varian-varian yang punya nilai ekonomis tinggi, menambah wawasan pengelolaan usaha  peternakan melalui penyuluhan, serta memetakan sumber daya manusia yang ada,” kata Mohamad Muhajir melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Pelatihan dan penyuluhan tentang pengolahan susu kambing etawa mengubah secara perlahan pandangan masyarakat akan susu murni kambing etawa yang selama ini terkenal bau dan mudah basi.

“Pengolahan susu kambing etawa ini mengubah dari bentuk cair ke bentuk bubuk, hal ini dilakukan untuk meningkatkankan masa kelayakan minum dari batas maksimal dua sampai tiga jam menjadi lebih lama dari itu, kemudian dalam bentuk bubuk ini rasa dari susu kambing etawa menjadi tidak amis sehingga lebih digemari masyarakat. Pengolahan susu murni menjadi berbagai produk olahan susu aneka rasa bubuk menjadikan produk lebih bervariasi dan mudah serta fleksibel dalam pemasaran sehingga akan menarik wisatawan sebagaimana konsep desa wisata yang sudah menjadi program desa sebagai desa wisata yang bekerja sama dengan LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” ujar dia. (Adv)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online