Pengrajin Batik Rinakit Perkuat Inovasi Produk
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Pelatihan manajemen organisasi bago kelompok tani di di Bakungan, Sleman. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian dengan skeman Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Bakungan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman terutama pada Kelompok Tani Sri Mulyo. Sejumlah dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Ir. Sudarja, M.T., Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM, Dr. Ir Wahyudi, S.T., M.T. dari Teknik Mesin UMY.
“Kegiatan ini untuk peningkatan kemampuan pengurus dalam hal manajemen organisasi, pembukuan, budi daya pertanian dan peningkatan kemampuan anggota dalam hal mekanisasi pertanian,” kata Sudarja kepada Harianjogja.com.
Pihaknya memberikan penjelasakn terkait Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dimana OPT merupakan semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya.
“OPT dapat mengganggu tanaman sejak dari bahan tanam sampai pasca panen, organisme penganggu tanaman merupakan factor pembatas produksi tanaman. Bentuk gangguan pada tanaman dapat berupa fisik, fisiologis, maupun penurunan mutu hasil,” ujar Wahyudi.
Ia menambahkan berbagai jenis OPT antara lain Hama (hewan dari kelas rendah sampai dengan hewan kelas tinggi), penyakit (bakteri, virus, cendawan) dan Gulma (tumbuhan liar/bukan yang dikehendaki).
Gatot Supangkat mengatakan upaya pengendalian dapat dilakukan secara mekanis (secara fisik/tekanan lingkungan), kultur Teknis (teknologi budidaya), biologi/Hayati (agen hayati/musuh alami).
“Kemudian secara Kimiawi [bahan aktif kimia bersifat racun], nabati/organik [bahan baku tumbuhan yang berkhasiat menghambat biosistem] dan terpadu [gabungan lebih dari satu cara],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.