CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Pelatihan Perawatan Jenazah Sesuai Sunnah (Teori dan Praktek) bagi Masyarakat Tegalsari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Pelatihan Perawatan Jenazah Sesuai Sunnah (Teori dan Praktek) bagi Masyarakat Tegalsari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo.
Kegiatan dalam KKN yang dibimbing Asep Setiawan, S.Th.I., M.Ud., dosen Teknologi Informasi Fakultas Teknik UMY ini berlangsung di Masjid At-Taqwa Darul \'Arifin, Tegal Sari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo, 8 Februari 2021, dan diikuti masyarakat Dusun Tegal Sari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo.
“Pelatihan perawatan jenazah ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam hal keagamaan bagi warga setempat dan sekitarnya,” kata Asep.
Secara lebih detail target dan tujuan program kegiatan pelatihan ini antara lain; Memberikan pemahaman yang komprehensif tentang teori dan praktek perawatan jenazah sesuai sunnah serta berbagai persoalan seputar masalah tersebut. Meluruskan paham dan praktek perawatan jenazah masyarakat . Memberikan pelatihan dengan disertai praktek dan pembinaan secara langsung sehingga masyarakat mampu menyerap materi yang disampaikan secara baik dan mampu mempraktekannya. Dengan dibagikannya buku pedoman tentang perawatan jenazah sesuai sunnah tersebut, diharapkan masyarakat memiliki rujukan dan sumber terpercaya sebagai dasar dalam praktek peribadahan mereka. Memberikan motivasi dan juga pembinaan kegiatan keagamaan secara berkesinambungan dengan diawali dari program pelatihan ini. Menjelaskan berbagai masalah yang sering dijadikan sebagai bahan perselisihan dalam hal fikih jenazah dan memberikan pemahaman bagaimana menyikapi berbagai perbedaan tersebut.
Pelatihan perawatan jenazah sesuai sunnah ini, diadakan dengan melalui beberapa langkah. Langkah pertama, pengumpulan data yang dibutuhkan untuk memberikan informasi awal terkait dengan berbagai kondisi di masyarakat tersebut, khususnya dari aspek keagamaannya. Data dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi (data pencatatan, arsip, dokumen, maupun referensi lain yang relevan).
Langkah kedua, pembuatan materi dalam bentuk buku panduan (untuk dicetak dan dibagikan ke peserta) dan juga bentuk power point (untuk kepentingan presentasi) dan juga materi dalam bentuk video. Adapun materi yang disusun mencakup masalah tentang kewajiban seorang terhadap muslim lainnya, cara menyikapi sakit, persiapan bekal menghadapi kematian, kewajiban muslim terhadap jenazah (mentalqin, memandikan, mengkafani, menyolatkan, menguburkan), penjelasan praktek yang salah dalam perawatan jenazah beserta pelurusannya dan masalah-masalah lain seputar topik terkait.
Langkah ketiga, pelaksanaan pelatihan perawatan jenazah bagi warga masyarakat setempat. Pelatihan diberikan baik penjelasan teori maupun prakteknya. Teknisnya, masing-masing peserta mendapatkan buku panduan, narasumber menyampaikan materi dengan model presentasi power point yang telah disiapkan, ditayangkan video terkait dan diakhir setiap peserta mempraktekan apa yang telah dijelaskan.
Langkah keempat, praktek langsung. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, diminta untuk mempraktekan setiap materi yang diberikan. Adapun anggota tim menyiapkan fasilitator untuk memberikan evaluasi dan penilaian terhadap peserta tentang kaifiyat perawatan jenazah. Dengan hal tersebut, diharapkan masyarakat benar-benar paham dan mampu menerapkannya dengan baik sesuai tuntunan.
Sajuliyanta, Dukuh Tegalsari mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini. Di kampung, yang terbiasa mengurusi jenazah adalah pak mudin (laki-laki) dan beliau mengurusi perawatan jenazah (laki-laki dan juga perempuan) untuk satu pedukuhan dan ini tentu kondisi yang tidak kondusif, terlebih banyak masyarakat yang sebenarnya potensial dan mampu untuk merawat jenazah tapi karena tidak ada kaderisasi dan pelatihan seperti yang dilakukan oleh Asep Setiawan, S.Th.I., M.Ud. ini, banyak yang tidak berani. Dengan diadakan pelatihan tentang pangruti jenazah tersebut, alhamdulillah kemudian tokoh masyarakat dan juga pengurus takmir membentuk team laki-laki dan juga perempuan yang bertugas untuk pangruti jenazah. sehingga saat ada yang meninggal, yang mengurusi tidak hanya pak mudin saja.
“Dengan diadakannya pelatihan perawatan jenazah sesuai tuntunan Islam bagi warga Dusun Tegal Sari baik teori maupun prakteknya ini, diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat dan memberikan bekal ilmu sehingga bisa menjadi pedoman masyarakat, khususnya tentang kaifiyat pengurusan jenazah. Di mana yang sering terjadi di masyarakat, perawatan jenazah hanya dilakukan dengan mengikuti tradisi yang ada sementara unsur syar\'i nya kurang diperhatikan,” ujar Asep. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M