UMY Kenalkan Cara Bertanam Modern bagi Remaja dan Anak-Anak Dukuh Tangkilan di Masa Pandemi Covid-19.

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Juli 2021 14:27 WIB
UMY Kenalkan Cara Bertanam Modern bagi Remaja dan Anak-Anak Dukuh Tangkilan di Masa Pandemi Covid-19.

Pengenalan Bertanam Modern bagi Remaja dan Anak-Anak RT 7 Dukuh Tangkilan di Masa Pandemi Covid-19./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Innaka Ageng Rineksane, Ph. D dan Etty Handayani, S.P., M.Si, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Pengenalan Bertanam Modern bagi Remaja dan Anak-Anak RT 7 Dukuh Tangkilan di Masa Pandemi Covid-19.

PKM ini berlangsung di RT 7 RW 23 Dukuh Tangkilan, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman, 26 Juni 2021, dan diikuti 33 anak-anak dan remaja RT 7 Dukuh Tangkilan.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan bidang pertanian, meningkatkan kreativitas  serta  kecintaan anak-anak maupun remaja akan lingkungan dan memberikan wawasan baru bagi anak-anak dan remaja RT 7 Dukuh Tangkilan cara memanfaaatkan waktu dan menikmati masa anak-anak dan remaja di masa pandemi Covid 19,” kata Innaka.

Kegiatan pengabdian diawali dengan membuat grup whatsapp untuk memudahkan koordinasi dan penyuluhan.  Hal ini dilakukan karena saat pengabdian dilakukan di masa pandemi covid-19.  Di awal pengabdi memberikan pre test melalui google form kepada peserta untuk mengetahui pemahaman peserta pada seni bertanam modern menggunakan hidrogel dan aklimatisasi anggrek. 

Selanjutnya pengabdi memberikan penyuluhan kepada peserta melalui grup Whatsapp dengan memberikan materi mengenai seni bertanam menggunakan hidrogel dan aklimatisasi anggrek.  Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada hari Minggu, 26 Juni 2021 dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat.  Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan kedatangan peserta ke lokasi pengabdian dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan bagi tiap kelompok.  Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan serta agar protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 tetap terjaga. 

Setiap peserta yang datang memasuki lokasi pengabdian mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian diukur suhu badan menggunakan termogun.  Selanjutnya peserta melakukan presensi dan diberi penjelasan singkat terkait praktek bertanam menggunakan hidrogel dan aklimatisasi anggrek.  Setelah itu setiap peserta mendapatkan wadah gelas, mengisi dengan hidrogel, memilih tanaman dan menanamnya di wadah gelas berisi hidrogel. 

Peserta juga mendapatkan pot kecil, mengisinya dengan media pakis dan moss, kemudian menanam tanaman anggrek pada media tersebut.  Setiap peserta membawa hasil karyanya masing-masing berupa tanaman dalam media hidrogel dan anggrek aklimatisasi pada media pakis dan moss.  Di akhir praktek seluruh peserta dalam satu kelompok berfoto bersama dengan membawa karyanya masing-masing. Setiap peserta kemudian pulang, dan dilanjutkan dengan kelompok berikutnya. Selanjutnya melalui grup whatsapp, setiap peserta diminta mengisi post test melalui google form dan menuliskan kesan pesan terkait kegiatan yang telah diikuti.

“Peserta sangat bersemangat dalam mengikuti penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Semua peserta sebelum mengikuti pengabdian ini belum pernah mengikuti pelatihan penanaman menggunakan hydrogel maupun aklimatisasi anggrek.  Peserta merasa senang karena mendapatkan wawasan baru tentang seni bertanam modern serta memiliki kegiatan bermanfaat di masa pandemi Covid-19,” kata Innaka. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online