UMY Berdayakan Gerakan Dapur Sehat Balita di Ranting Aisyiyah Prenggan

Media Digital
Media Digital Jum'at, 16 Juli 2021 08:27 WIB
UMY Berdayakan Gerakan Dapur Sehat Balita di Ranting Aisyiyah Prenggan

Pemberdayaan Gerakan Dapur Sehat Balita di Ranting Aisyiyah Prenggan, Kota Gede, Jogja./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Hanifah Rahmi Fajrin, dosen Teknologi Elektromedis Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan kegiatan bertema Pemberdayaan Gerakan Dapur Sehat Balita di Ranting Aisyiyah Prenggan, Kota Gede, Jogja.

Pengabdian masyarakat ini diikuti 20 ibu-ibu Aisyiyah. “Ini menjadi dolusi bagi  pemenuhan dan pemantauan gizi balita melalui posyandu di lingkungan ranting Aisyiah Prenggan, Kota Gede, Yogyakarta.

Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2021 dengan menerapkan protocol Kesehatan, Adapun kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh ibu-ibu kader Aisyiah Prenggan beserta ibu RT, ada 2 RT yang terlibat disini, yaitu RT 41 dan RT 42.

Pertama tim pengabdian masyarakat akan melakukan observasi ke lokasi mitra KKN (PRM Aisyiah Prenggan, Kota Gede), observasi ini untuk meminta data terkait jumlah bayi dan balita di lokasi mitra. Setelah dilakukan observasi, didapatkan data ada sekitar 20 bayi dan balita yang akan diberikan menu gizi seimbang.

Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 26 Juni 2021, di Pendopo RT 41, Prenggan, ada beberapa protokol yang diterapkan.

Para ibu datang secara bergantian, agar tidak menyalahi protokol kesehatan, setelahnya dilakukan cek suhu dan cuci tangan. Disini bayi/balita tidak diperkenankan hadir karena merupakan golongan rentan terpapar covid-19.

Selanjutnya ibu-ibu mengisi presensi, dan mengisi buku kontrol bayi dan balita yang berisi pantauan terhadap kondisi bayi/balita mereka, seperti: umur, berat dan tinggi badan, apakah bayi masih ASI atau sudah MPASI.

Setelah itu ibu-ibu beralih ke meja selanjutnya untuk mengambil buku saku “Edukasi Kesehatan dan Gizi Bayi” beserta menu gizi seimbang. Menu makanan terdiri dari susu, nasi, lauk pauk (ayam, sop tahu sayur, buah).

Untuk kegiatan selanjutnya rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli tanggal 12, dikarenakan PPKM di wilayah Jawa-Bali, kegiatan ditunda sampai waktu yang memungkinkan. Pada kegiatan ini akan dilaksanakan penimbangan bayi/balita, untuk memantau kondisi Berat Badan Bulanan bayi/balita. Selain itu akan dibagi menu sehat seimbang kepada bayi/balita tersebut. 

“Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemenuhan gizi bayi/balita di masa pandemi ini sangat dibutuhkan, karena bayi/balita juga ikut terdampak dari kondisi perekonomian orangtua yang tidak stabil, yang menyebabkan menu makanan bayi/balita menjadi tidak seimbang. Dari buku kontrol bayi, juga dapat dilihat bahwa ada peningkatan Berat Badan bayi/balita selama pelaksanaan kegiatan ini (kegiatan serupa merupakan kegiatan rutin dua kali dalam satu bulan di Prenggan Kota Gede),” ujar Hanifah. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online