PPDM UMY Berdayakan Masyarakat Dlingo dalam Mendukung Program Ecotourism

Media Digital
Media Digital Jum'at, 16 Juli 2021 10:17 WIB
PPDM UMY Berdayakan Masyarakat Dlingo dalam Mendukung Program Ecotourism

Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Program Ecotourism Berbasis Potensi Lokal di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Puthut Ardianto, dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Program Ecotourism Berbasis Potensi Lokal di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul.

PPDM berlangsung di Bukit Lintang Sewu Dlingo Bantul (30 Mei 2021) dan Hutan Pinus Mangunan (6 Juni 2021) dan diikuti 22 anggota Komunitas Ibu-Ibu SHERO Dlingo, Bantul

“Tujuan kami adalah mengangkat Dlingo sebagai icon pariwisata berbasis Ekowisata dengan salah satu daya tarik wisata yaitu produk Ecoprint,” kata Puthut Ardianto yang menjadi ketua pengabdian.

PPDM ini beranggo takan Mariska Intan Sari dengan mahasiswa yang terlibat yakni Iren Luqman Hakim dan Berlia Yola

Kegiatan pertama adalah Ngecobar (Ngecoprint Bareng) di Bukit Lintang adalah proses pembuatan kain ecoprint dengan menggunakan daun dan bunga dari daerah Dlingo seperti daun Lanang, daun Eucalyptus, daun Jenitri, daun dan bunga Cosmos dll.

Kegiatan minggu ke-2 adalah Shero Exhibition (pameran hasil karya Ecoprint ibu2). Dengan mengambil lokasi di Hutan Pinus Mangunan yang memiliki pengunjung ramai, ibu-ibu memamerkan karya Ecoprint yang telah dibuat. Saat acara berlangsung pengunjung wisata sangat antusias dengan gelar karya ecoprint ini. Omzet yang diperoleh selama pameran dari jam 9.00-12.00 WIB kurang lebih 2 juta.

“Kegiatan seru dan bermanfaat untuk kami, para eco-printer di Dlingo. Terima kasih UMY yang selalu memfasilitasi kegiatan Ecoprint ini, semoga kedepannya semakin banyak yang mendapat manfaat dari program pengabdian dosen ini,” tutur Koniah, salah satu peserta dan anggota SHERO Dlingo.

Dlingo menjadi Ekowisata dengan Ecoprint sebagai daya tarik pengunjungnya. Ecoprint sebagai kontributor pendukung Ekowisata di Dlingo dengan prinsip Ekowisata sederhana:

  1. Memperhatikan Konservasi: Ecoprint memberikan semangat ibu-ibu untuk menanam tanaman ecoprintable sebagai suplai utama produksi kain ecoprint.
  2. Ekonomis: Ecoprint memberikan nilai ekonomi dengan menambah pendapatan ibu-ibu (masyarakat Dlingo)
  3. Edukasi: di tempat wisata, gerai Ecoprint ibu-ibu memfasilitasi edukasi pembuatan Ecoprint
  4. Memberikan Kepuasan dan Pengalaman Kepada Pengunjung: pengunjung tempat wisata puas mendapat paparan tentang Ecoprint dan edukasinya, bisa memiliki pengalaman membuat ecoprint sendiri.
  5. Partisipasi Masyarakat: Komunitas SHERO ini adalah gabungan dari seluruh ibu-ibu di Kecamatan Dlingo yang disukung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Dlingo serta pengelola wisata Dlingo. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online