Dosen UMY Tingkatkan Kapasitas Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran Saat Masa Pandemi di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Tlogolelo

Media Digital
Media Digital Sabtu, 17 Juli 2021 08:07 WIB
Dosen UMY Tingkatkan Kapasitas Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran Saat Masa Pandemi di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Tlogolelo

Peningkatan Kapasitas Sekolah Untuk Mendukung Pembelajaran Saat Masa Pandemi di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Tlogolelo, Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Cahyo Setiadi Ramadhan, M.Psi., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) bertema Peningkatan Kapasitas Sekolah Untuk Mendukung Pembelajaran Saat Masa Pandemi di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Tlogolelo, Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo.

Pengabdian masyarakat ini berlangsung di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Tlogolelo, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo pada Senin 22 Februari 2021 untuk orang tua siswa dan Senin 1 Maret 2021 dan diikuti  Guru dan Wali Siswa Taman Kanak-Kanak Aisyiaah Bustanul Athfal (TK ABA) Tlogolelo.

“Pertemuan pertama diikuri 6 orang dan pertemuan kedua 5 orang. Tujuan kegiatan adalah agar peserta memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk mendampingi anak (sebagai guru ataupun pengasuh) dalam belajar di kala pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program yang lebih luas di TK ABA Tlogolelo untuk membantu sekolah menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan orang tua maupun guru di sekolah dalam manajemen emosi saat mendampingin anak belajar di masa pandemi Covid-19. Kemampuan pengendalian emosi sangat dibutuhkan di dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kondisi perasaan. Ini setidaknya terlihat dari perasaan orang tua yang berharap agar anaknya dapat segera bersekolah. Di antara sebab muncul perasaan tersebut salah satunya karena merasa lebih berat tekanan yang dirasakan ketika anak belajar dari rumah. Beberapa orang tua di TK ABA Tlogolelo juga menyampaikan keluhan saya serupa kepada para guru.

Kegiatan peningkatan kemampuan manajemen emosi guru dan orang tua dilakukan secara terpisah agar lebih fokus. Walaupun demikian inti materi yang disampaikan pada kedua pertemua sama. Pemisahaan terjadi juga untuk merespon kondisi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, peserta juga mengenakan masker dan duduk dengan menjaga jarak.

Materi yang disampaikan dimulai dari dinamika pengasuhan di tengah pandemi. Pemateri yaitu Cahyo Setiadi Ramadhan, M.Psi menyampaikan bahwa kondisi pandemi secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kondisi psikis individu. Hal tersebut menjadikan orang tua ataupun guru menjadi tertekan dan tidak tenang dalam mengasuh anak. Hal ini dapat berdampak kepada anak dan pengasuhanpun menjadi tidak maksimal. Untuk itu diperlukan belajar cara untuk mengatur emosi. Pemateri kemudian menjelaskan berbagai metode untuk pengendalian emosi atau perasaan. Di antara metode pengendalian emosi sederahana yaitu pengaturan nafas, relaksasi, dan perubahan sudut pandang.

Setelah kegiatan materi, dilakukan diskusi. Peserta bertanya berbagai mengenai berbagai kondisi yang dialami. Banyak yang menyatakan terkadang masih terbawa marah saat berkomunikasi dengan anak. Pada bagian evaluasi, semua peserta menyatakan hendak mencoba menjalankan metode yang diajarkan.

Selain kegiatan pembekalan atau pelatihan pengendalian emosi, terdapat juga kegiatan program lain yang masih terkait. Untuk membantu hambatan pembelajaran jarak jauh di lingkunan TK ABA Tlogolelo, LP3M UMY mengadakan kegiatan radio edukasi. Termasuk dalam kegiatan radio edukasi tersebut yaitu pelatihan kepada guru untuk produksi media pembelajaran audio. Pelatihan pembuatan audio pembelajaran tersebut tentu akan bermanfaat bagi guru dalam inovasi penyampaian materi di kala tidak memungkinkan untuk tatap muka di sekolah. Pelatihan sendiri dilakukan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY Kelompok 13.

Kepala Sekolah TK ABA Tlogolelp, Sunaryatin menyampaikan rasa terimakasih terhadap kegiatan LP3M melalui pengabdian dosen di lingkungan sekolahnya. Kepala sekolah marasa pelatihan atau pembekalan kepada guru diperlukan untuk meningkatkan kemampuan guru di lingkungan sekolahnya. Selain itu, kepala sekolah juga merasa terdapat rasa tertekan pada guru maupun orang tua dalam menghadapi pendidikan jarak jauh. Kepala sekolah berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dari kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat. Dalam obrolan dengan beberapa guru di TK tersebut, juga muncul harapan agar kegiatan dapat berlanjut dan berkembang.

“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik mengenai peningkatan kemampuan pengendalian emosi juga terkait produksi media pembelajaran yang dilakukan oleh tim KKN, diterima dengan baik oleh sekolah dan wali siswa. Mereka mengangap baik hal yang telah dilakukan dan tertarik untuk menerapkan materi tersebut dalam kegiatan keseharian mereka, pengasuhan anak atau mendampingi siswa, maupun khusus dalam pembelajaran,” kata Cahyo Setiadi Ramadhan. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online