KKN UMY Tingkatkan Kapasitas Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran Masa Pandemi Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tirto

Media Digital
Media Digital Sabtu, 17 Juli 2021 10:07 WIB
KKN UMY Tingkatkan Kapasitas Sekolah untuk Mendukung Pembelajaran Masa Pandemi Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tirto

Peningkatan Kapasitas Sekolah Untuk Mendukung Pembelajaran Masa Pandemi Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tirto, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPRGO—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Cahyo Setiadi Ramadhan, M.Psi, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam mengadakan kegiatan bertema Peningkatan Kapasitas Sekolah Untuk Mendukung Pembelajaran Masa Pandemi Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tirto, Hargotirto, Kokap, Kulonprogo.

Kegiatan dilakukan di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Tirto pada Selasa 23  Februari 2021 dan Selasa 2 Maret 2021 pukul 08.00-11.30 WIB

Peserta adalah guru, wali siswa, dan murid Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Tirto dengan lima orang per kegiatan dalam dua kali kegiatan.

“Tujuannya adalah peningkatan kapasitas sekolah, dalam hal ini guru dan walisiswa dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Kapasitas yang dimaksudkan yaitu pendampingan siswa,” kata Cahyo.

Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan beberapa metode untuk mengendalikan emosi. Pengendalian emosi merupakan hal yang penting terlebih di kala pandemi. Dalam masa normal, terkadang guru ataupun orang tua menghadapi anak dengan tidak sabar dan melakukan kekeliruan dalam mengajari anak. Pada masa pandemi, tekanan guru dan wali siswa semakin meningkat karena berbagai faktor. Demikian juga anak sebagai siswa mengalami peningkatan tekanan. Tekanan yang meningkat tersebut tidak akan berdampak baik bagi proses belajar anak. Demikian pula orang tua ataupun guru yang mendampingi anak menjadi tidak optimal dalam mendampingi.

Kegiatan pelatihan pengendalian perasaan dilakukan dua kali dengan materi yang sama. Pelatihan pertama ditujukan bagi orang tua atau wali siswa dan yang kedua ditujukan bagi guru. Pembagian ini diperlukan untuk menjaga protokol kesehatan yaitu menjadikan jumlah peserta kegiatan 30% kapasitas ruangan. Pelaksanaan protokol kesehatan ini sangat dijaga karena kegiatan perlu dilakukan secara offline di kala pandemi covid-19. Selain itu, bagi peserta dibagikan juga masker dan disediakan hand sanitizer untuk mencuci tangan.

Baik dalam kegiatan bersama orang tua maupun bersama guru, pemateri memulai penjelasan mengenai urgensi pengendalian emosi dalam pembelajaran siswa atau anak. Pemateri dalam kedua pertemuan tersebut yaitu Cahyo Setiadi, M.Psi.  Dalam pertemuan orang tua, pembelajaran dikontekskan menjadi pendampingan belajar di rumah. Pendampingan tersebut juga menjadi semakin penting di tengah pandemi yang menjadikan siswa harus belajar di rumah. Setelah disampaikan urgensi pengendalian emosi, penjabaran materi dilanjutkan dengan mengenal berbagai cara pengendalian emosi atau cara untuk mendorong diri menjadi lebih tenang. Di antara metode penenangan diri yang dikenalkan kepada peserta yaitu pengaturan nafas, relaksasi, perubahan sudut pandang, dan juga mindfulness. Berbagai metode tersebut juga dilatihkan secara sekilas kepada peserta agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam mendampingi anak. Di akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan sekolah menghadapi pembelajaran di era Pandemi. Adapun kegiatan lain yaitu upaya pemanfaatan radio sebagai penunjang pembelajaran. Kegiatan ini merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN UMY) Kelompok 06. Dalam kegiatan ini, mahasiswa yang melakukan KKN melatih guru-guru secara langsung maupun offline untuk memproduksi materi pembelajaran berbentuk audio yang menarik. Guru dapat mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu, diupayakan juga warga sekolah dapat mengakses radio edukasi yang diadakan LP3M UMY di desa lain.

Kepala Sekolah, Minarti, menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilakukan termasuk juga kegiatan KKN Mahasiswa. Menurutnya bantuan yang diberikan dalam bentuk keahlian maupun ilmu bermanfaat bagi sekolah. Guru dapat menghadapi anak secara lebih tenang, demikian juga wali siswa. Kepala sekolah berharap kegiatan pengabdian dari LP3M UMY dapat berlanjut. Salah seorang orang tua siswa yang mengikuti pelatihan pengendalian emosi menyampaikan rasa terimakasih atas kegiatan yang dilakukan karena ia meraskan mendapat tambahan ilmu yang banyak, khususnya dalam pengendalian emosi.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihak sekolah maupun orang tua atau wali siswa merasa positif dengan kegiatan yang dilakukan. Mereka juga merasa mendapatkan manfaat berupa pengetahuan baru. Selain itu, baik guru maupun orang tua atau wali siswa juga menyatakan mereka berniat menerapkan materi yang telah dipelajari dalam kegiatan pembelajaran atau mendampingi anak belajar,” ujar Cahyo. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online