UMY Tingkatkan Kemampuan Takmir dalam Mengelola Media Sosial

Media Digital
Media Digital Senin, 19 Juli 2021 14:07 WIB
UMY Tingkatkan Kemampuan Takmir dalam Mengelola Media Sosial

Peningkatan Kapasitas SDM Takmir Masjid dalam Penggunaan Media Sosial sebagai Media Dakwah di Masa Pandemi Covid-19./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Dian Eka Rahmawati, dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) bertema Peningkatan Kapasitas SDM Takmir Masjid dalam Penggunaan Media Sosial sebagai Media Dakwah di Masa Pandemi Covid-19.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Ihsan Trihanggo, Gamping, Sleman pada bulan April-Mei 2021

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan takmir masjid dalam mengelola media sosial sebagai media dakwah alternatif di masa pandemi Covid-19,” kata Dian Eka.

Kemakmuran masjid bisa dilihat dari berbagai kegiatan dan partisipasi aktif jamaah dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh masjid. Sebelum pandemi covid-19, berbagai kegiatan masjid, khususnya yang bersifat syiar dan dakwah bisa dilakukan sepenuhnya dengan metode tatap muka. Namun, dengan kondisi saat ini, aktivitas keagamaan di masjid dilakukan secara terbatas. Hal ini tentu berdampak pada suasana kemakmuran masjid dan hal ini menjadi tantangan bagi takmir masjid. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi dan mitra mengadakan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mentransformasikan sebagian kegiatan dakwah di masjid melalui platform media sosial, yaitu Instagram. Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan pembuatan konten dakwah dalam bentuk foto/gambar/poster yang menarik dan video singkat untuk diupload di media sosial Instagram. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya akun Instagram resmi yang dikelola oleh takmir masjid dan konten-konten yang diupload dalam akun Instagram tersebut.

Tahap perencanaan diawali dengan melakukan wawancara dengan perwakilan takmir Masjid Al-Ihsan untuk mendapatkan gambaraan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh takmir pada masa pandemic Covid-19. Berdasarkan data awal yang diperoleh dari wawancara, selanjutnya tim abdimas dan mitra mengadakan FGD untuk mengidentifikasi masalah secara lebih mendalam, menentukan masalah prioritas, dan menyepakati solusi yang akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Setelah dilakukan identifikasi, ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapai oleh mitra adalah: 1). Takmir masjid belum memiliki kemampuan SDM untuk mengelola akun media sosial sebagai media dakwah online; 2). Takmir masjid belum memiliki kemampuan SDM untuk membuat konten secara konsisten untuk diunggah di akun media sosial masjid.

Solusi yang disepakati antara mitra dan tim pengabdian masyarakat adalah: 1). Mengadakan pelatihan pembuatan konten dakwah dalam bentuk video/foto/poster untuk diunggah ke dalam akun Instagram resmi masjid. Output dari kegiatan ini adalah tersedianya beberapa konten dakwah dan syiar dalam bentuk desain video/foto/poster yang diunggah ke akun Instagram atau youtube masjid. 2). Mengadakan pelatihan pembuatan akun dan pengelolaan akun Instagram resmi masjid. Output dari kegiatan ini adalah adanya akun Instagram yang selanjutnya akan dikelola oleh takmir.

Pada tahap dilaksanakan kegiatan berupa pelatihan pembuatan konten dakwah dan pelatihan pengelolaan akun Instagram dan youtube. Dakwah yang dimaksudkan di sini adalah dakwah dalam arti yang luas, termasuk syiar kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Masjid Al-Ihsan yang dimasksudkan sekaligus sebagai pendokumentasian kegiatan secara digital. Pelaksanaan pelatihan melibatkan Laboratorium Ilmu Komunikasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan sebanyak 3x pertemuan, dihadiri oleh Takmir dan Remaja Masjid Al Ihsan. Masjid Al Ihsan sebenarnya sudah memiliki akun Instagram, namun tidak update dan tidak dikelola dengan baik. Melalui pelatihand an pendampingan ini, dilakukan revitalisasi terhadap akun Instagram tersebut. Oleh karena itu, Takmir mendiskusikan dengan pengurus Remaja Masjid supaya mereka terlibat aktif sebagai pengelola akun Instagram masjid. Hal ini bisa dipahami karena perbedaan generasi yang menyebabkan terjadinya gap penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Remaja Masjid antusias dengan kesempatan yang diberikan tersebut.

Tahap evaluasi difokuskan pada upaya untuk memastikan tercapainya luaran kegiatan pengabdian sesuai dengan target yang disepakati tim abdimas dan mitra, yaitu pembuatan konten dan revitalisasi akun Instagram masjid sebagai media dakwah alternatif di masa pandemi Covid-19. Keberlanjutan: dengan adanya pelatihan dan pendampingan akan meningkatkan kemampuan dan kemandirian pengurus Takmir untuk membuat konten dan mengelola akun Instagram sebagai media dakwah alternatif dan untuk menginformasikan berbagai kegiatan masjid. Peserta pelatihan dan pendampingan dipilih dengan memperhatikan unsur regenerasi, yang diusulkan oleh Takmir. Dengan demikian, kegiatan ini akan berkelanjutan sekalipun kegiatan pengabdian sudah selesai.

“Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat bagi takmir dan remaja masjid dalam hal pengelolaan media sosial sebagai salah satu media dakwah. Selain itu, jamaah masjid bisa mengakses berbagai informasi kegiatan dan syiar dakwah alternatif melalui akun Instagram masjid. Hal tersebut tentu membantu karena keterbatasan kegiatan masjid secara offline. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan akun dan konten dakwah dengan menggunakan platform Instagram sesuai dengan target dan bermanfaat bagi mitra dalam menyampaikan berbagai informasi dan kegiatan dakwah kepada jamaah, sebagai media alternatif di masa pandemi covid-19,” kata Dian Eka. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online