BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Jajaran Panwaslu Jetis serta Panwaslu Kalurahan Cokrodiningratan, Gowongan, dan Bumijo berfoto bersama dengan Pemimpon Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono (kelima dari kiri), Selasa (5/9/2023)./ Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwalu) Kecamatan/ Kemantren Jetis mengajak generasi muda untuk sama-sama menciptakan pemilu yang damai tanpa hoaks. Sebab hoks dapat merusak iklim demokrasi dan memecah belah bangsa.
Hal itu disampaikan Ketua Panwaslu Jetis, Bertinus Sijabat saat beraudiensi dengan Harian Jogja, Selasa (5/9/2023). Selain jajaran panwaslu Jetis, audiensi ini juga dihadiri anggota Panwaslu Kalurahan Cokrodiningratan, Bumijo, dan Gowongan, di wilayah Kemantren Jetis.
“Hoaks, ujaran kebencian, dan politik uang merupakan ancaman dalam Pemilu 2024 mendatang. Karena itu mari kita sama-sama untuk melawannya. Utamanya generasi muda yang akrab dengan media sosial,” kata Bertinus Sijabat.
Jabat-sapaan akrabnya mengatakan selain ancaman hoaks dan politik uang, yang perlu diwaspadai dalam Pemilu 2024 mendatang di DIY adalah kaitannya dengan partisipasi pemilih, khususnya bagi pemilih dari luar daerah.
Menurutnya banyak pendatang di DIY baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang dimungkinkan tidak bsia pulang ke kampung halamannya saat pemungutan suara berlangsung. Jumlahnya bahkan lebih dari 200.000 orang.
BACA JUGA: 20 TPS Khusus di Kampus Kurang Mengakomodasi Mahasiswa Luar Daerah
Karena itu pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jogja, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) ikut mensosialisasikan terkait pindah memilih bagi pemilih yang tidak bisa menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) asal.
“Kami ada program goes to school dan goes to campus membantu mensosialisasikan kepada para pelajar dan mahasiswa yang tidak bisa memilih di TPS asal untuk mengurus dokumen pindah memilih,” ujarnya.
Dalam pemilu 2024 mendatang, Jabat menjelaskan bahwa dokumen pindah memilih berupa surat keterangan sekolah dari kepala sekolah atau keterangan kuliah dari rektor kampus atau keterangan bekerja dari instansi terkait untuk disampaikan ke KPU. Dokumen tersebut bisa diurus dari sekarang sampai 30 hari sebelum pemungutan suara.
“Pemilih yang pindah memilih ini akan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan atau DPTb di TPS tujuan. Dan yang menetukan TPS adalah KPU, bukan lagi pemilih seperti pemilu 2019 silam,” ucapnya. Pihaknya juga mengajak media untuk sama-sama mensosialisasikan pemilu 2024 serta menciptakan suasana pemilu yang damai.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, yang menerima audiensi tersebut menyambut baik program-program yang digagas Panwaslu Jetis. Menurtnya tugas Panwaslu atau Bawaslu juga hampir sama dengan media, yakni sama-sama mengawasi bagaimana pemilu berjalan lancar, aman, dan damai. “Butuh perhatian besar semua pihak untuk mewujudkan pemilu damai, bermartabat, dan berkualitas. Bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu,” katanya.
Salah satu tantangan dalam pemilu adalah ujaran kebencian dan hoaks di media sosial. Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DIY ini mengajak pada media online untuk sama-sama memerangi hoaks dengan menghadirkan berita yang valid dan menyejukkan suasana. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.