30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 20 Juli 2026 09:42 WIB
30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru

Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026)../ ist

PEKANBARU — Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026). Selama dua hari, mereka tidak hanya belajar tentang hutan, tetapi juga dibekali kemampuan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pelestarian hutan di daerah masing-masing.

Kegiatan bertema Forest for Future Generation: Aksi Generasi Muda Pelestari Hutan untuk Masa Depan Hijau itu diselenggarakan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, bekerja sama dengan Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru.

Forest Youthverse Summit merupakan puncak rangkaian pembinaan yang diawali melalui Mentoring Class dan Coaching Class. Dari 50 peserta yang mengikuti proses pendampingan, terpilih 30 peserta terbaik untuk mengikuti summit sebagai ruang implementasi gagasan, kolaborasi, dan penguatan kepemimpinan generasi muda pelestari hutan.

Pada hari pertama, peserta mengikuti pembelajaran berbasis alam. Mereka menanam pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan, menjelajahi Arboretum SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru untuk mengenal keanekaragaman jenis pohon sekaligus mempelajari perhitungan cadangan karbon, serta mengikuti praktik pembibitan tanaman hutan.

Kreativitas peserta juga diasah melalui kegiatan ecoprint. Selanjutnya, mereka mengikuti sesi Forest Connect untuk membangun komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi lintas latar belakang.

Semangat kolaborasi berlanjut dalam Forest Innovation Workshop. Setiap kelompok menyusun Innovation Board sebagai rancangan solusi atas berbagai persoalan kehutanan di wilayahnya. Melalui proses tersebut, peserta belajar bahwa inovasi lahir dari kemampuan mendengar, berdiskusi, dan bekerja sama.

Memasuki hari kedua, Forest Youthverse Summit menjadi panggung bagi gagasan generasi muda. Dalam Forest Youth Forum, peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati, mulai dari perubahan iklim, konservasi satwa liar, pengelolaan ekosistem gambut, hingga pemberdayaan masyarakat dan ekonomi hijau.

Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan solusi yang telah disusun dalam sesi Forest Innovation Pitching di hadapan praktisi dan pemangku kepentingan bidang kehutanan. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperoleh masukan agar setiap inovasi dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan kelestarian hutan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, mengatakan Forest Youthverse merupakan strategi Kementerian Kehutanan untuk membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar pelatihan.

"Tantangan pengelolaan hutan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah ataupun perkembangan teknologi. Dibutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian, kreativitas, keberanian, dan kemampuan membangun kolaborasi. Masa depan hutan Riau tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah ataupun kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kepedulian, kreativitas, dan keberanian generasi mudanya untuk mengambil peran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Manahan Simangunsong, mengatakan Forest Youthverse menjadi momentum strategis untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga bentang hutan Sumatra.

"Forest Youthverse bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi ruang untuk melahirkan generasi muda yang mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kehutanan. Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta menjadi penggerak, edukator, sekaligus inspirator yang mengajak masyarakat semakin peduli terhadap hutan. Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru siap terus mendukung lahirnya Generasi Pelestari Hutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, UPT Kementerian Kehutanan, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan pegiat lingkungan," katanya.

Forest Youthverse tidak berhenti pada penyelenggaraan summit. Seluruh peserta diharapkan menjadi bagian dari jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) yang akan terus didampingi untuk mengimplementasikan inovasi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mengembangkan berbagai aksi pelestarian hutan di daerah masing-masing.

Melalui Forest Youthverse, Kementerian Kehutanan memperkuat komitmennya membangun Gerakan Nasional Generasi Pelestari Hutan, yang menghubungkan edukasi, kepemimpinan, inovasi, aksi, dan kolaborasi sebagai fondasi lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus peduli terhadap keberlanjutan hutan Indonesia. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online